Fadel Muhammad (MI/SUSANTO)
Fadel Muhammad (MI/SUSANTO)

Pemimpin Perempuan di BUMN-Swasta Positif untuk Ekonomi Indonesia

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia
20 Juni 2019 07:45
Jakarta: Kontribusi para pemimpin perempuan di berbagai perusahaan BUMN dan Swasta di Indonesia sangat positif dalam pengembangan ekonomi dan industri Tanah Air. Salah satu kontribusi tersebut berupa kemampuan dan pengetahuan, serta persepsi tentang gender kepada para calon pemimpin masa depan Indonesia.
 
"Perjalanan seorang perempuan menjadi pimpinan perusahaan tentu bukan perkara mudah. Selain tuntutan dunia usaha yang berubah sangat cepat atau disrupsi, juga persepsi tentang gender masih membayangi kiprah para perempuan," kata Komisaris Utama Warta Ekonomi Fadel Muhammad, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis, 20 Juni 2019.
 
Salah satu yang dilakukan pihaknya untuk mendukung peran perempuan yakni menerbitkan buku sebagai bentuk penghargaan kepada para CEO perempuan di perusahaan BUMN dan perusahaan swasta yang telah memberi kontribusi positif bagi kemajuan perekonomian Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya buku tersebut sangat berharga karena pembaca dapat memetik pelajaran dari perjalanan karir dan tantangan para pemimpin perempuan yang sukses mengembangkan profesi dan bisnisnya. Apalagi, latar belakang pendidikan dan profesi yang beragam semakin memperkaya khazanah pengetahuan dan capaian yang ditorehkannya.
 
"Perjalanan karier mereka telah memperlihatkan proses menghasilkan seorang pemimpin yang kompeten tidak lah instan, tapi memerlukan proses pembelajaran yang panjang, kerja keras, dan kecerdasan," tuturnya.
 
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyebutkan, dibutuhkan berbagai upaya memperkuat keterlibatan kaum hawa pada ekonomi digital. "Di antaranya edukasi dan sosialisasi, meningkatkan akses permodalan, pasar, penguasaan teknologi, serta Membangun jaringan kelembagaan ekonomi digital perempuan," kata Puan.
 
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah mencipatakan ekosistem ekonomi digital. Salah satunya, deregulasi kemudahan berusaha. Melalui upaya tersebut, peringkat kemudahan berusaha Indonesia terus meningkat dalam dua tahun terakhir. Menurut laporan Bank Dunia, Indonesia berada di posisi 91, atau naik 15 peringkat dari sebelumnya yaitu 109.
 
Pemerintah juga menyediakan akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Total KUR yang disiapkan mencapai Rp120 triliun. Namun, upaya di atas dinilai belum cukup. Puan menyebutkan, demi mewujudkan negara ekonomi digital yang kuat, dibutuhkan pelaku-pelaku usaha yang tangguh dan kreatif.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif