Dekopin Umumkan Susunan Kepengurusan Baru. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
Dekopin Umumkan Susunan Kepengurusan Baru. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo

Dekopin Umumkan Susunan Kepengurusan Baru

Ekonomi koperasi
Ilham wibowo • 16 Januari 2020 16:44
Jakarta: Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) resmi mengumumkan kepengurusan baru untuk masa jabatan periode 2019-2024. Pengalaman lama kiprah koperasi pun bakal dipadukan dengan pengelolaan modern.
 
"Susunan kepengurusan Dekopin sekarang itu adalah 60 persen pemuda yang berumur 45 tahun ke bawah, dan 40 persen itu 50 tahun ke atas. Ini upaya kita dalam proses regenerasi daripada yang akan menjalankan dewan koperasi ke depan," kata Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Nurdin menuturkan bahwa struktur dan peran dalam pengelolaan Dekopin mendatang bakal dibuat untuk mengantisipasi dinamika koperasi di Tanah Air menghadapi permasalahan global maupun nasional. Transformasi Dekopin bakal dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan pengembangan koperasi yang fokus di sektor riil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita ajak milenial untuk akses baik di bidang keuangan maupun di bidang mana mereka menciptakan diri di berbagai aplikasi untuk menangkap peluang daripada UKM. Kita punya 55 kita rakyat Indonesia yang bergerak di bidang UKM dan ini peluang bisnis bagi kelompok milenial," ujarnya.
 
Dalam periode mendatang, Nurdin telah memilih 10 wakil ketua umum Dekopin yang bakal difokuskan dalam transformasi di pengelolaan modern. Mereka di antaranya: Agung Sudjatmiko, Raliansen Saragih, Ferry Yuliantono, Muhammad Sukri, Lamhot Sinaga, Sharmila, Yusuf Solichien, Rahmad Handoyo, Siradjuddin Sewangse, dan Abdul Wahab Bangkona.
 
Selain itu, Nurdin juga mengumumkan susunan Dewan Penasihat Dekopin yang diketuai oleh Jymly Asshidiqie dengan wakil ketuanya yakni Mindo Sianipar, Sularso, dan Nchrowi Ramli. Struktur ini dinilai untuk memperkuat langkah strategis Dekopin dan mengemban amanah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi.
 
"Ada empat fungsi utama koperasi yakni memperjuangkan nilai koperasi, melakukan pelatihan bagi koperasi Indonesia, mewakili koperasi di dalam maupun luar negeri dan menjadi mitra pemerintah," tuturnya.
Nurdin menegaskan, dampak revolusi industri 4.0 juga bakal mengubah secara sistematik pada tatanan pemerintahan dan pelaku usaha. Dekopin pun dinilai perlu berubah menghadapi tantangan gerakan koperasi yang belum memberikan kinerja bisnis yang optimal.
 
"Saya mengajak seluruh pelaku koperasi untuk fokus membangun bisnis, melakukan modernisasi manajemen usaha dan memperkuat jaringan usaha serta melakukan perubahan tata kelola koperasi berbasis teknologi dan ilmu pengetahuan," tutur Nurdin.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif