Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Cadangan Emas RI Bakal Habis di 2047

Ekonomi emas
Suci Sedyautami • 08 Juli 2019 23:35
Jakarta: Cadangan emas dan timah Indonesia berada di posisi yang terbuncit dibandingkan produk mineral lainnya. Cadangan keduanya diprediksi bakal habis dalam kurun waktu di bawah tiga puluh tahun mendatang.
 
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), usia cadangan emas berdasarkan produksi bijihnya hanya bisa bertahan selama 28 tahun ke depan. Artinya bakal habis pada 2047.
 

Posisi tersebut bisa terjadi apabila tidak ada penemuan cadangan baru dan tidak ada pemangkasan produksi. Direktur Jenderal Minerba Bambang Gatot Ariyono mengatakan saat ini cadangan emas Indonesia sebesar 1.132 ton Au. Adapun produksi di tahun lalu sebesar 40 ton Au.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perlu ada upaya eksplorasi untuk menemukan cadangan baru," kata Garot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 8 Juli 2019.
 
Dalam setahun, kebutuhan emas dalam negeri yang dipenuhi dari produksi sebesar 18 ton Au. Sedangkan kapasitas output logam emas sebesar 108 ton per tahun. Kapasitas output tersebut berasal dari 14 fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) dan satu fasilitas pemurnian PT Aneka Tambang Tbk (Persero).
 
Sementara untuk usia cadangan timah hanya bertahan 21 tahun ke depan. Saat ini jumlah cadangannya mencapai 1,5 juta ton Sn. Sedangkan produksi pada tahun lalu sebesar 70 ribu ton Sn. Selain dua komoditas tersebut, Kementerian ESDM juga mencatat usia cadangan komoditas mineral lainnya, di antaranya:
 
1. Tembaga
 
Cadangan: 2,76 miliar ton.
Produksi tambang 2018: 70 juta ton bijih dan 3 juta ton konsentrat.
Umur cadangan berdasarkan produksi bijih: 39 tahun.
 
2. Nikel
Cadangan: 3,57 miliar ton.
Produksi tambang 2018: 17 juta ton bijih.
Umur cadangan berdasarkan produksi bijih: 184 tahun.
 
3. Besi
 
Cadangan: 3 miliar ton.
Produksi tambang 2018: 3,9 juta ton bijih besi dan pasir besi, 3,1 juta ton konsentrat besi.
Umur cadangan berdasarkan produksi bijih: 769 tahun.
 
4. Bauksit
Cadangan: 2,4 miliar ton.
Produksi tambang 2018: 3,8 juta washed bauxite.
Umur cadangan berdasarkan produksi bijih: 422 tahun.
 
5. Perak
Cadangan: 171.489 ton Ag.
Produksi tambang 2018: 150 ton Ag.
Umur cadangan berdasarkan produksi bijih: 1.143 tahun.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif