Kenaikan Harga Bawang Putih Dinilai Tidak Wajar

Anggi Tondi Martaon 04 Juni 2018 11:01 WIB
berita dpr
Kenaikan Harga Bawang Putih Dinilai Tidak Wajar
Ilustrasi: Pedagang bawang putih (Foto:Antara/R Rekotomo)
Jakarta: Harga bawang putih di beberapa daerah, khususnya Jawa Timur, naik dari perkiraan awal Rp20-21 ribu menjadi Rp28 ribu. Kenaikan tersebut dinilai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi, tidak wajar.

"Dari Kementerian Pertanian, harga hanya berkisar Rp20 ribu hingga Rp21 ribu. Saya rasa ini harus dicari apa penyebab kenaikan tersebut," kata Viva, dikutip dpr.go.id.

Politikus PAN itu menduga, kenaikan harga disebabkan tersendatnya distribusi. Para agen tidak setiap hari mendapatkan pasokan bawang putih. "Persoalan tersebut bukan salah pemerintah, namun pihak agen yang lamban dalam mendistribusikan,” ucapnya.

Legislator asal daerah pemilihan Jawa Timur ini meminta pemerintah mengatasi kondisi tersebut agar tidak terjadi kenaikan harga yang merugikan konsumen.

"Kita akan rapat koordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian. Jangan sampai kenaikan harga bawang putih ini merugikan konsumen, keuntungannya tidak untuk petani dan produsen," ucap politikus dapil Jatim itu.

Hal yang sama diungkapkan Anggota Komisi IV DPR RI Agung Widyantoro. Dia menilai, komoditas bawang putih sangat rawan mengalami disparitas harga saat distribusi tersendat.

"Setelah saya lakukan peninjauan, kenaikan harga bawang putih akibat kekurangan pasokan yang otomatis akan menyebabkan harga di kalangan pedagang di pasar naik,” ujar politikus Partai Golkar itu.

Agung mengingatkan agar permasalahan tersebut segera diantisipasi. Jangan sampai kondisi ini dipermainkan oleh kelompok-kelompok tertentu atau para pedagang untuk memperoleh keuntungan.

"Coba diimbau kepada pengusaha-pengusaha, dalam satu tahun ini kan ada 12 bulan. Silakan dipilih berapa bulan untuk mencari keuntungan, tetapi di beberapa bulan terutama menjelang Lebaran, harus bisa memperhatikan masyarakat kecil sehingga stabilitas harga tercapai,” ujar legislator asal daerah pemilihan Jawa Tengah itu.



(ROS)