Illustrasi. MI/Atet Dwi Pramadia.
Illustrasi. MI/Atet Dwi Pramadia.

BI: Kenaikan Suku Bunga untuk Meredam Pelemahan Rupiah

Ekonomi suku bunga
Eko Nordiansyah • 17 Mei 2018 20:44
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menetapkan kenaikan suku bunga acuan menjadi 4,5 persen. Langkah ini dilakukan untuk meredam depresiasi mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dalam beberapa waktu terakhir.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, kenaikan suku bunga juga demi menjaga inflasi sesuai target yang ditetapkan. Untuk tahun ini bank sentral menargetkan inflasi berada pada level 3,5 plus minus satu persen secara year on year (yoy).

"Dalam banyak hal BI ingin meyakini adanya depresiasi atau ekspektasi depresiasi yang dapat menimbulkan risiko kepada inflasi," kata Agus di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Mei 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Dirinya menambahkan, BI tak ingin depresiasi rupiah memberi tekanan terhadap inflasi. Apalagi menurut Agus, BI tak hanya mengandalkan kebijakan suku bunga saja akan tetapi melalui bauran kebijakan lainnya. "Kita tidak ingin depresiasi berdampak ke inflasi sehingga kita respon dengan bauran kebijakan. Dan kita yakini bauran kebijakan ini dapat menjaga stabilitas perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global," jelas dia.

Kebijakan menaikkan suku bunga, lanjut dia, juga dilakukan secara terukur memperhatikan berbagai risiko yang ada. Namun Agus meyakini kenaikan ini tetap mendukung terciptanya stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan.

Sebelumnya, BI menetapkan suku bunga acuan naik 25 basis poin (bps) dari 4,25 persen. Kenaikan ini diikuti dengan kenaikan suku bunga deposit facilty menjadi 3,75 persen dan lending facility 5,25 persen berlaku efektif sejak 18 Mei 2018.


(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi