Iran telah mengembangkan 1.000 startup dalam kurun waktu 10 tahun. (FOTO: AFP)
Iran telah mengembangkan 1.000 startup dalam kurun waktu 10 tahun. (FOTO: AFP)

Tak Sekadar Startup Biasa

Ekonomi startup ekonomi digital ecommerce
Nia Deviyana • 18 Maret 2019 14:22
Jakarta: Pemerintahan di bawah Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menjanjikan akan mengembangkan 3.500 perusahaan rintisan atau startup di 2024, jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden. Hal ini sejalan dengan potensi ekonomi digital Indonesia terbilang tinggi, yakni USD130 miliar sampai dengan 2020.
 
Namun dalam konteks ketenagakerjaan, mendorong pertumbuhan startup saja dinilai tidak cukup. Pemerintah juga harus mendorong agar perusahaan rintisan bisa memberikan multiplier effect.
 
"Startup membutuhkan skill (keahlian) khusus yang relatif tinggi, sementara pengangguran banyak di level menengah ke bawah. Jadi menumbuhkan startup saja tidak cukup," ujar Direktur Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal saat dihubungi Medcom.id, Senin, 18 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Faisal berpendapat keberadaan startup juga harus mampu memicu pertumbuhan produksi dalam negeri. Dia menilai startup yang ada masih sebatas memanfaatkan pasar dalam negeri yang besar, namun untuk produk yang dijual masih didominasi produk asing.
 
"Jadi supaya bisa memberi efek terhadap penciptaan lapangan kerja, startup harus didorong untuk menjual barang dalam negeri, khususnya produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," papar Faisal.
 
Sehingga dengan tersedianya marketplace untuk UMKM, maka akan terjadi peningkatan permintaan produk yang berlanjut pada pertumbuhan usaha mikro dan penyerapan tenaga kerja lebih banyak dari sektor UMKM.
 
Dalam debat cawapres yang digelar Minggu malam, 17 Maret 2019, Ma'ruf mengatakan saat ini di bawah pemerintahan Jokowi-JK telah berhasil mengembangkan hampir 1.000 startup dari perguruan tinggi. Mulai dari 2015 lalu, pemerintah mulai berbenah, memperkuat, dan mengembangkan riset.
 
Hal ini guna memperbaiki peringkat daya saing Indonesia di tingkat global. Jumlah startup dari tahun ke tahun juga terus meningkat. Pada 2016 sudah ada lebih dari angka 203 startup.
 
Salah satu contoh negara yang sukses mengembangkan startup adalah Iran. Dalam waktu 10 tahun, Iran menghasilkan 1.000 startup. "Kita telah mengembangkan 1.000 startup, sementara Iran membutuhkan waktu 10 tahun (2004-2014) untuk pencapaian itu," kata Ma'ruf.
 
Calon wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf juga akan membentuk Badan Riset Nasional (BRN) untuk mengefisiensikan fungsi lembaga riset yang saat ini tersebar di sejumlah kementerian dan lembaga.
 
"Akan dibentuk Badan Riset Nasional, mengoordinasikan alokasi dana riset yang saat ini tersebar di kementerian dan lembaga. Nanti akan jadi satu koordinasi," pungkas Ma'ruf.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif