Ilustrasi (MI/Amiruddin Abdullah)
Ilustrasi (MI/Amiruddin Abdullah)

Pendapatan Layanan Penumpang Garuda Indonesia Masih Minus

Ekonomi garuda indonesia
Ilham wibowo • 21 Desember 2018 15:14
Jakarta: Kinerja layanan penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dari sisi pendapatan tercatat USD2,33 miliar hingga November 2018 atau secara year to date. Adapun pencapaian tersebut masih minus 1,0 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2017 yang sebesar USD2,35 miliar.
 
"Kita masih ada satu bulan semoga bisa positif," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Askhara Danadiputra, di The Atjeh Connection, Sarinah Building, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018.
 
Sedangkan pendapatan layanan penumpang khusus hanya pada November 2018 tercatat sebesar USD232 juta. Jumlah tersebut naik 13,4 persen dibandingkan dengan capaian November 2017 yang mencapai sebesar USD205,0 juta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal berbeda terjadi pada kinerja layanan kargo yang meraup pendapatan USD208,7 juta selama periode Januari hingga November 2018. Capaian kinerja tersebut naik 4,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2017 yakni sebesar USD200,3 juta.
 
"Pendapatan yang meningkat ini karena adanya penyesuaian tarif. Penyesuaian kita tidak pernah melewati tarif batas atas dan bawah," ujarnya.
 
Lebih lanjut, sepanjang November 2018, rata-rata tarif maskapai Garuda tercatat naik 11,7 persen menjadi USD115,2 dengan 1,99 juta penumpang. Sementara pada bulan yang sama di 2017, rata-rata tarif berada pada angka USD103,1 dolar.
 
"Tarif rata-rata layanan kargo juga naik 9,7 persen pada November 2018 dibandingkan dengan periode sebelumnya," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif