Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri. Medcom/Adin.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri. Medcom/Adin.

Menaker Ingin Revisi PP 78 tentang Pengupahan Saling Menguntungkan

Ekonomi kemenaker berita kemenaker
Eko Nordiansyah • 02 Mei 2019 20:20
Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri menyebut keinginan buruh untuk merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan harus dikaji lebih dulu. Pasalnya revisi harus saling menguntungkan baik bagi pekerja maupun dunia usaha.
 
"Nanti kita kaji dulu bersama stakeholder terkait. Kalau soal permintaan kan yang minta bukan hanya serikat, dunia usaha juga punya permintaan. Itulah kenapa harus dikaji dulu bersama-sama," kata dia ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Mei 2019.
 
Dirinya menambahkan revisi harus menimbulkan win-win solution bagi pekerja maupun pengusaha. Oleh karena itu, dirinya belum menetapkan target kapan revisi PP dilakukan dan diselesaikan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Hanif, revisi aturan tersebut belum tentu bisa mengakomodir kenaikan upah lebih tinggi per tahunnya. Upah, kata dia, harus dipisahkan mengenai apakah itu upah minimum bagi pekerja baru, atau kenaikan upah layak bagi yang telah bekerja.
 
"Kalau di atas satu tahun kita sudah ada kebijakan Struktur Skala Upah. Jadi orang diupah berdasarkan masa kerja, pendidikan, kompetensi, produktivitas, dan sebagainya. Jadi saya kira enggak ada persoalan yang terlalu ini lah," jelas dia.
 
Ribuan buruh sebelumnya, menginginkan revisi pengupahan, penghapusan sistem kerja outsourcing atau karyawan kontrak, hingga pembenahan asuransi kerja dalam tuntutannya saat peringatan Hari Buruh sedunia atau May Day.
 
Sistem upah yang terkandung dalam PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dirasa belum memenuhi kebutuhannya. Lantaran berdasarkan peraturan tersebut kenaikan upah hanya berkisar 8,03 persen dari jumlah upah minimum atau sekitar Rp344 ribu.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif