Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Pegadaian: Daftar Haji Bisa dengan 3,5 Gram Emas

Ekonomi pegadaian
Nia Deviyana • 26 Maret 2019 07:14
Jakarta: PT Pegadaian (Persero) menandatangani kerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk memfasilitasi umat Muslim yang hendak berhaji agar memperoleh kemudahan. Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto menjelaskan hanya dengan tabungan emas sebesar 3,5 gram atau sekitar Rp2 juta sudah bisa mendaftar haji.
 
Sebagai informasi, jika mendaftar haji melalui bank, nasabah sedikitnya harus memiliki tabungan sebesar Rp25 juta karena salah satu syarat pendaftaran haji reguler adalah pembayaran setoran BPIH ke rekening Menteri Agama sebesar Rp25 juta untuk mendapatkan nomor porsi haji reguler.
 
"Meski demikian kami tidak dalam kapasitas memastikan masyarakat yang menabung bisa mendapat keberangkatan lebih cepat. Kami hanya memfasilitasi untuk bisa mendaftar," ujar Kuswiyoto, usai memberi paparan kinerja keuangan Pegadaian di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin, 25 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pegadaian dan Kepala BPKH Anggito Abimanyu mengatakan, antusiasme umat Muslim di Indonesia untuk berhaji masih sangat tinggi.
 
"Tahun lalu 644 ribu jamaah. Jadi meskipun ada hiruk pikuk dan hoaks macam-macam, mereka masih percaya kepada kita (BPKH)," ujar Anggito yang mengatakan ada kurang lebih 12 juta umat Muslim tergolong mampu, namun belum berminat untuk berhaji.
 
Adapun kerja sama Pegadaian dengan BPKH juga meliputi kegiatan pendanaan, pembiayaan, investasi emas, kolaborasi untuk melakukan literasi haji, dan usaha yang relevan. Selain itu, juga menyangkut kegiatan terkait pengelolaan keuangan haji sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
 
Selain dengan Pegadaian, kerja sama juga dikembangkan dengan anak perusahaan PT Pegadaian (Persero). "Kita melihat bahwa spirit untuk kembali kepada nilai-nilai syariah saat ini tengah menggeliat dalam masyarakat. Hal ini ditandai dengan merebaknya fenomena yang kita kenal dengan halal lifestyle," kata Kuswiyoto.
 
Kuswiyoto mengatakan pihaknya juga fokus untuk mengembangkan bisnis syariah melalui produk-produk gadai syariah (rahn), pembiayaan usaha mikro secara syariah (ARRUM), pembiayaan porsi haji (ARRUM Haji), pembiayaan pemilikan kendaraan bermotor (Amanah), gadai tanpa bunga (Rahn Hasan), dan gadai sertifikat (Rahn Tasyjily Tanah).
 
"Salah satu yang menjadi perhatian bagi kami, khususnya Unit Usaha Syariah adalah bagaimana membangun bisnis syariah ini sejak dari hulu sampai ke hilir. Yakni sejak dari perolehan dana dari sumber-sumber yang syar’i, pengelolaan proses bisnis dengan mempertimbangan kaidah-kaidah fikih muamalah, hingga proses distribusi produk sampai kepada nasabah," pungkasnya.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif