Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto. Medcom/Nia D.
Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto. Medcom/Nia D.

Ojek Online Bisa Jadi Kurir Gadai Pegadaian

Ekonomi pegadaian ojek online
Nia Deviyana • 25 Maret 2019 15:09
Jakarta: PT Pegadaian (Persero) bakal meluncurkan program Gadai on Demand pada April 2019. Lewat program ini, nasabah bisa memanfaatkan ojek daring untuk menjemput barang yang ingin digadaikan. Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto menuturkan program ini sebagai wujud digitalisasi dan efisiensi yang ditawarkan perseroan kepada nasabah.
 
"Jadi nanti bapak-bapak dan ibu-ibu, kalau misalnya mau menggadaikan cincin, tapi tidak punya waktu datang ke Pegadaian, kami kerja sama dengan ojek online untuk menjemputnya sehingga akan semakin mudah. Barangnya di pick up, diambil di rumah, nanti kita tinggal transfer ke rekeningnya. Jadi tidak perlu datang ke Pegadaian. Gadai on Demand, nanti kita pick up barangnya sama ojol, keren kan?" ujarnya di sela konferensi pers laporan kinerja keuangan 2018 di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin, 25 Maret 2019.
 
Kuswiyoto menambahkan bisnis digital memang menjadi fokus Pegadaian untuk menggenjot laba. Untuk pembangunan digital, perseroan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure senilai Rp500 miliar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ke depan kita akan terus mengembangkan channeling, digital service baik itu cash, gadai on delivery dan sebagainya, akan segera kita launching," tambahnya.
 
Lebih lanjut Kuswiyoto mengatakan kinerja gadai tetap diutamakan sebagai core business, namun proporsi bisnis nongadai akan semakin ditingkatkan secara progresif.
 
"Komposisi portofolio akan berubah dari sebelumnya kinerja bisnis gadai sebesar 84 persen dan nongadai 16 persen, secara bertahap menjadi 60 persen dan 40 persen," tambahnya.
 
Pegadaian berhasil menunjukkan kinerja positif pada 2018, di mana laba bersih tercatat sebesar Rp2,77 triliun atau meningkat sebesar 10,4 persen dibandingkan 2017 sebesar Rp2,51 triliun. Sementara, laba sebelum pajak tercatat Rp3,66 triliun atau tumbuh 10,7 persen dibandingkan 2017 sebesar 3,41 triliun.
 
Kinerja positif Pegadaian juga ditunjukkan oleh peningkatan aset sebesar 10,8 persen secara tahun ke tahun atau year on year (yoy), dari Rp48,68 triliun menjadi Rp52,79 triliun. Begitu juga dengan pendapatan usaha yang naik sebesar Rp11,46 triliun dari 10,52 triliun pada 2017.
 
Sedangkan Return of Assets (RoA) berada pada level 5,3 persen, di atas rata-rata industri yang sebesar 4,4 persen. Sedangkan Return of Equity berada di level 14 persen atau di atas rata-rata saham. "Jadi ibaratnya kalau Anda mau investasi, saham Pegadaian ini sangat bagus," pungkasnya.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif