Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

GoJek Sumbang Rp44,2 Triliun bagi Perekonomian Indonesia

Ekonomi gojek
Nia Deviyana • 21 Maret 2019 19:08
Jakarta: Hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) merilis penelitian yang menunjukkan kontribusi GoJek terhadap perekonomian Indonesia pada 2018, yakni sebesar Rp44,2 triliun. Jumlah tersebut disokong empat layanan GoJek yakni Go-Ride, Go-Car, Go-Food, dan Go-Life.
 
Dari jumlah Rp44,2 triliun, Rp16,5 triliun berasal dari Go-Ride, Rp8,5 triliun dari Go-Car, Rp18 triliun dari Go-Food, dan Rp1,2 triliun dari Go-Life yang mencakup Go-Clean, dan Go-Massage.
Wakil Kepala LD FEB UI Dr Paksi CK Walandouw mengatakan hal ini tak lepas dari pesatnya ekonomi digital.
 
"GoJek sebagai pemain di industri teknologi menunjukkan kemampuan bersaing sehingga memperluas peluang meningkatkan penghasilan masyarakat," ujar Paksi saat mengisi diskusi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kamis, 21 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasil riset ini juga menunjukkan ada tiga manfaat utama yang dirasakan mitra pengemudi yakni bisa mengatur waktu kerja, bisa membiayai keluarga, dan memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga.
 
Temuan lainnya menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen mitra Go-Massage dan Go-Clean adalah perempuan, dan merupakan tulang punggung utama keluarga. "Ini juga menunjukkan bahwa ekonomi digital berpeluang tinggi terhadap penyerapan tenaga kerja perempuan," tutur Paksi.
 
Riset ini dilakukan di beberapa wilayah Indonesia dengan menggunakan metode kuantitatif melalui wawancara tatap muka. Penentuan responden penelitian dilakukan dengan pencuplikan acak sederhana dari database mitra yang aktif dalam tiga bulan terakhir.
 
Paksi merinci jumlah responden yang dilibatkan dalam penelitian ini, yakni mitra pengemudi Go-Ride sebanyak 3.886 responden, Go-Car 1.010 responden, mitra UMKM Go-Food 1.000 responden, dan mitra Go-Life 836 responden.
 
Sampel penelitian ini mewakili mitra pengemudi populasi mitra pengemudi, mitra UMKM, dan Go-Life di wilayah penelitian. Riset ini, lanjut Paksi, merupakan salah satu riset dengan skala dan cakupan terbesar pada industri ekonomi digital Indonesia dengan margin of error di bawah 3,5 persen.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif