Gedung Bappenas (Foto: Setkab)
Gedung Bappenas (Foto: Setkab)

Bappenas Klaim Dorong Keluarga Miskin Jadi Kelompok Menengah Tangguh

Ekonomi pertumbuhan ekonomi bappenas ekonomi indonesia
16 Mei 2019 10:46
Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menegaskan pemerintah terus mendorong keluarga miskin menjadi kelompok menengah tangguh. Upaya tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah.
 
"PR kita ke depan sebagai negara berpendapatan menengah mendorong orang-orang untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, yang miskin untuk keluar (dari kemiskinan). Nah tapi juga kita mesti memastikan mereka menjadi kelompok menengah yang tangguh," kata Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Bappenas Vivi Yulaswati.
 
"Bukan pada saat kalau terjadi guncangan harga naik jatuh lagi jadi miskin," kata Vivi, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan ketika keluar dari garis kemiskinan, keluarga tersebut harus tetap mendapatkan pendampingan, pelatihan, dan akses permodalan agar membangun ketahanan sehingga pada akhirnya tidak bergantung lagi pada bantuan sosial pemerintah, namun menjadi masyarakat yang mandiri.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per September 2018, ada 9,66 persen untuk angka kemiskinan di Indonesia atau sebesar 25,7 juta jiwa penduduk miskin. Dia mengatakan yang menjadi perhatian pemerintah bukan saja masyarakat di bawah garis kemiskinan, tapi juga warga yang berada sedikit di atas garis kemiskinan, yang juga merupakan kelompok rentan.
 
"Yang dapat jatuh menjadi kelompok miskin jika tidak ada upaya afirmasi ke depan untuk penguatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat," ucapnya.
 
Menurut Vivi, untuk bisa memandirikan keluarga miskin menjadi keluarga menengah, secara teori diperlukan waktu sekitar tiga tahun asal ada upaya konsisten untuk membantu mereka memiliki pendapatan, pekerjaan dan kegiatan ekonomi produktif yang lebih baik serta penghidupan yang berkelanjutan.
 
"Selain dapat bantuan, dia (keluarga miskin) dapat tambahan pelatihan, dapat permodalan, dapat aset dan pelatihan atau pendampingan, termasuk keberlanjutan bisnis. 36 bulan rata-rata mereka bisa berhasil untuk benar-benar keluar dari garis kemiskinan dan lari sendiri jadi mandiri," tuturnya.
 
Dia menuturkan saat ini masih ada 292 kabupaten yang masih berada di atas garis kemiskinan nasional, sehingga harus ada upaya menghubungkan perlindungan sosial dengan penghidupan berkelanjutan yang mana bisa disesuaikan dengan potensi dan kearifan lokal, baik bagi masyarakat yang hidup di pesisir, pedalaman, pulau, desa dan kota.
 
"Ke depan Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Nasional (RPJMN) pengentasan kemiskinan kita kaitannya dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), pasti dipastikan dari layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan terpenuhi," pungkasnya.

 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif