Banyak Proyek Ditunda Bikin Investasi Lambat
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyebut kebijakan investasi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla belum membuahkan hasil. Medcom/Husen.
Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengungkapkan lambannya pertumbuhan investasi dalam setahun terakhir juga disebabkan oleh penundaan sejumlah proyek. Pemerintah terpaksa menunda proyek yang berbahan baku impor guna menjaga nilai tukar rupiah.

"Saya juga mau tekankan bahwa melambannya tren investasi itu biasanya bukan karena proyek yang batal. Tapi karena proyek yang ditunda," ujar Lembong dalam sebuah jumpa pers di Kantor BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018.

Menurutnya, proyek-proyek tersebut belum dapat direalisasikan hingga akhir tahun lantaran eksekusi kebijakannya belum optimal. Lembong berharap pemerintah segera menciptakan terobosan baru yang dapat menarik investor dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.

"Masih belum bisa direalisasi di triwulan 1,2, atau tiga tahun ini. Mungkin sebagian bisa terealisasi di triwulan 4," ungkap dia.

Ia menambahkan salah satu upaya tersebut dapat dilakukan lewat perpanjangan waktu  pemberian tax holiday dari yang semula 20 tahun menjadi 30 tahun. Pasalnya, skema sebelumnya kurang diminati oleh investor atau hanya tiga persen dari seluruh subsektor dalam ekonomi.

"Saya juga membukanya dengan enteng-enteng menjanjikan tax holiday sampai setengah abad. Contoh di triwulan II kita sudah keluarkan PMK dengan tax holiday sampai 20 tahun. Tapi sepi peminat," pungkas dia.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) Triwulan III 2018 tumbuh melemah sebesar Rp173,8 triliun. Angka itu turun 1,6 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp176,6 triliun.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id