Ilustrasi kegiatan perbankan di Bank Mandiri. Foto: dok MI.
Ilustrasi kegiatan perbankan di Bank Mandiri. Foto: dok MI.

Likuiditas Ketat, Bank Mandiri Pacu Dana Murah

Ekonomi bank mandiri
Ilham wibowo • 24 Januari 2020 13:31
Jakarta: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada 2019 tumbuh menjadi Rp933,1 triliun. Angka tersebut naik sebesar 11 persen secara tahunan dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan di tengah ketatnya persaingan dan likuiditas, ditambah dengan kondisi makro ekonomi global yang belum membaik, perseroan masih berfokus memacu penguatan dana murah. Sampai akhir 2019, pengumpulan dana murah perseroan tercatat mencapai Rp609,6 triliun.
 
Pertumbuhan ini bertumpu ada penghimpunan tabungan sebesar Rp338,6 triliun atau tumbuh 6,1 persen yoy, dan giro yang naik 24,9 persen yoy menjadi Rp200,5 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kontribusi DPK anak usaha juga terus membaik. Pada periode ini, kontribusi DPK perusahaan anak mencapai Rp118 triliun atau tumbuh 16,4 persen yoy. Jika jumlah tersebut dikonsolidasikan, maka total DPK kami mencapai Rp933,1 triliun, naik 11 persen yoy," kata Royke saat menyampaikan Laporan keuangan Triwulan IV/2019 di Plaza Mandiri, Jakarta Selatan, Jumat, 24 Januari 2020.
 
Royke menuturkan saat ini, permodalan dan likuiditas bank pelat merah itu berada pada situasi yang sangat baik dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) bank only di level 21,38 persen. Sementara itu Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) di posisi 93,93 persen.
 
"Rasio yang sangat baik ini jelas akan meningkatkan optimisme kami untuk bisa menjaga sustainabilitas kinerja,” ujarnya.
 
Sebagai upaya peningkatan DPK, lanjut dia, perseroan juga terus meningkatkan kualitas layanan bagi nasabah lewat jaringan online. Nilai transaksi e-channel mencapai Rp610 triliun selama 2019, tumbuh 10 persen yoy.
 
Pertumbuhan juga didukung 32,4 juta registered e-channel user sebesar 11,1 persen yoy. Saat ini, Mandiri Online telah memiliki 3,23 juta pengguna aktif.
 
"Bank Mandiri bersinergi dengan beberapa BUMN telah memiliki aplikasi pembayaran berbasis mobile dan QR, LinkAja, yang diharapkan dapat menjadi national champion pembayaran digital," tuturnya.
 
Hingga Desember 2019, jaringan Bank Mandiri telah tersebar di seluruh Indonesia yang meliputi 4.313 jaringan kantor, meliputi 2.583 cabang dan 1.730 jaringan mikro yang terdiri dari unit mikro dan kios mikro.
 
Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 18.291 unit ATM yang terhubung dalam jaringan ATM Link, ATM Bersama, ATM Prima dan Visa/Plus, Electronic Data Capture (EDC) serta jaringan e-banking yang meliputi Mandiri Online, SMS Banking dan Call Center 14000.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif