NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani
Ilustrasi. Foto: MI/Panca Syurkani

Garuda Belum Berencana Setop Penerbangan ke Negara Terdampak Virus Korona

Ekonomi Garuda Indonesia virus korona
Husen Miftahudin • 24 Januari 2020 22:25
Jakarta: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk belum berencana memberhentikan sementara penerbangan ke negara-negara terdampak wabah virus korona. Selain Tiongkok, virus korona terdeteksi telah menjangkit sejumlah negara seperti Singapura, Thailand, Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, Vietnam, Taiwan, dan Amerika Serikat.
 
"Kita belum ada plan untuk menghentikan trayek, clear itu. Ini ada komitmen masa lalu karena orang sudah order tiket dan segala macam," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam konferensi pers di Gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Januari 2020.
 
Irfan mengaku Garuda Indonesia berhati-hati dalam menerapkan pemberhentian sementara penerbangan ke sejumlah trayek. Namun tidak menutup kemungkinan diberlakukan bila kondisinya menjadi lebih parah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam hal ini, perusahaan penerbangan pelat merah itu telah meminta perwakilan di setiap negara-negara terdampak virus korona untuk meningkatkan kewaspadaan. Mereka diimbau bekerja sama dengan otoritas terkait untuk memastikan pergerakan virus tersebut tidak menyebar melalui penerbangan Garuda.
 
"Kita juga berharap mereka yang naik (penerbangan Garuda) itu dalam kondisi sehat, karena itu bisa dimonitor oleh otoritas setempat," bebernya.
 
Di tempat yang sama, Komisaris Utama Garuda Indonesia Triawan Munaf mengaku seluruh awak pesawat Garuda telah menerima pemberitahuan terkait hal ini. Mereka diminta untuk segera melapor setiap dugaan atas penumpang yang menunjukkan gejala-gejala penyakit tersebut.
 
"Semua orang di lapangan sudah ternotifikasi soal ini. Unit flight safety dan unit aviation medical di Garuda Sentra Medika, mereka lah yang memantau ini," tegasnya.
 
Tak hanya Garuda Indonesia, sebut dia, seluruh petugas bandara pun telah meningkatkan kewaspadaannya untuk mencegah penyebaran virus korona yang berasal dari Kota Wuhan, Tiongkok tersebut.
 
"Petugas imigrasi juga sudah pakai masker. Semuanya sudah sesuai dalam level kewaspadaan sekarang," terang Triawan.
 
Sebelumnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melarang seluruh maskapai domestik melakukan penerbangan ke Kota Wuhan, Tiongkok. Hal ini sebagai langkah antisipasi Kemenhub dalam mencegah masuknya wabah virus korona melalui jalur penerbangan.
 
Pelarangan penerbangan ke Kota Wuhan ini menindaklanjuti NOTAM G0108/20 yang diterbitkan International Notam Office Beijing. Saat ini ada dua maskapai penerbangan nasional yang memiliki rute penerbangan ke Kota Wuhan, yaitu Sriwijaya Air dan Lion Air.
 
"Kami telah melakukan koordinasi intensif kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus pneumonia masuk ke Indonesia melalui aktifitas penerbangan" kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B. Pramesti dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id.
 
Informasi melalui NOTAM G0108/20 menyampaikan Bandar Udara Internasional Wuhan Tianhe tidak dapat digunakan sebagai bandara alternate, kecuali untuk penerbangan kondisi darurat mulai 23 Januari pukul 11.00 UTC (18.00 WIB) sampai 2 Februari pukul 15.59 UTC (22.59 WIB). Sehingga, penerbangan dari Indonesia menuju Kota Wuhan akan dialihkan ke kota lain di Tiongkok.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif