Ilustrasi Petrokimia Gresik. Foto: Dok. Istimewa
Ilustrasi Petrokimia Gresik. Foto: Dok. Istimewa

Petrokimia Gresik Memperluas Pangsa Pasar

Ekonomi pupuk
Husen Miftahudin • 25 November 2019 17:17
Jakarta: Petrokimia Gresik, perusahaan solusi agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), meluncurkan pupuk retail komersial NPK Petro Ningrat dan kantong pupuk non-subsidi dengan desain baru. Produk anyar Petrokimia Gresik ini menjadi upaya perusahaan sebagai transformasi bisnis dengan sasaran memperluas pangsa pasar (market share).
 
"Kami ingin memperkuat barisan produk komersil kami, di mana saat ini Petrokimia Gresik baru menguasai sekitar 10-15 persen market share pupuk NPK retail komersil di Indonesia," kata Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi dalam keterangannya, Jakarta, Senin, 25 November 2019.
 
Menurut Rahmad, memperkuat pasar retail komersial strategi perusahaan menghadapi perubahan kebijakan pemerintah. Salah satunya wacana pengalihan subsidi pupuk. Sehingga, Petrokimia Gresik harus siap bersaing di pasar komersial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami adalah produsen pupuk NPK pertama, terbesar, dan berpengalaman di Indonesia. Sejak tahun 2000 hingga kini telah memiliki delapan unit pabrik NPK dengan kapasitas produksi 2,7 juta ton per tahun," urai Rahmad.
 
Adapun produk pupuk baru Petrokimia Gresik adalah NPK Petro Ningrat 12-11-20 dengan kemasan 20 kg. Pupuk ini secara spesifik diperuntukan bagi tanaman perkebunan, hortikultura, dan umbi seperti tembakau, kentang, cabai, bawang merah, tomat, dan buah-buahan.
 
"Berdasarkan hasil uji coba, NPK Petro Ningrat dapat meningkatkan hasil panen tanaman perkebunan antara 10 hingga 37 persen," ungkapnya.
 
Aplikasi NPK Petro Ningrat pada tanaman kentang di Kota Batu (Jawa Timur), misalnya, mampu menghasilkan 41,25 ton per hektare atau meningkat 37 persen. Kemudian uji coba tembakau di Kabupaten Jember dan Lombok Timur mampu menghasilkan panen 1,6 ton/hektare (meningkat 10,6 persen) dan 1,5 ton/hektare (meningkat 11 persen). Sedangkan pada tanaman bawang merah di Kabupaten Nganjuk mampu menghasilkan 18 ton/hektare (meningkat 28,5 persen).
 
"Dalam uji coba tersebut, NPK Petro Ningrat diaplikasikan bersama dengan pupuk organik Petroganik dan ZA," terang Rahmad.
 
Rahmad optimistis produk ini akan mengikuti jejak produk-produk Petrokimia Gresik terdahulu, yakni menjadi produk andalan petani sekaligus solusi peningkatan produktivitas pertanian.
 
"Jika posisinya sudah kuat dan menjadi top of mind, konsumen existing akan semakin loyal dan konsumen baru tidak akan ragu untuk membeli produk kami,” pungkas Rahmad.
 
(AZF)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif