Garuda Indonesia, salah satu perusahaan pelat merah di Indonesia. Foto : AFP.
Garuda Indonesia, salah satu perusahaan pelat merah di Indonesia. Foto : AFP.

Dua Wamen BUMN untuk Perbaiki Kinerja Perusahaan Pelat Merah

Ekonomi Kabinet Jokowi-Maruf
Suci Sedya Utami • 27 Oktober 2019 11:30
Jakarta: Presiden Joko Widodo telah menunjuk dan melantik dua wakil menteri untuk Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kementerian BUMN menjadi satu-satunya kementerian yang diisi oleh dua wakil menteri.
 
Peneliti Senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Aviliani menilai tidak ada yang salah dengan kehadiran dua wamen di Kementerian BUMN. Menurut dia kehadiran keduanya yakni Budi Gunadi Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo tidak akan membuat fungsi dan tugas dengan deputi di kementerian tersebut tumpang tindih.
 
Aviliani mengatakan Menteri BUMN Erick Thohir memang membutuhkan dua wamen untuk membantu tugasnya mengurus 114 perusahaan pelat merah. Apalagi keduanya pun diyakini akan sangat dibutuhkan demi upaya memperbaiki BUMN.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Adanya dua wamen tidak ada akan tumpang tindih dengan deputi, karena keputusan strategis untuk masa depan BUMN," kata Aviliani menjawab pertanyaan Medcom.id, Jakarta, Sabtu, 26 Oktober 2019.
 
Aviliani mengatakan untuk memperbaiki sebagai besar kinerja BUMN memang diperlukan berbagai terobosan baru sehingga membutuhkan sosok yang berpengalaman. Terlebih untuk membereskan kinerja keuangan BUMN yang lesu dan banyak dililit utang.
 
Apalagi dirinya melihat kedua wamen tersebut memiliki latar belakang sebagai mantan CEO bank besar yang telah teruji kepemimpinannua dan kemampuan mengelola perusahaan. Sementara peran tujuh deputi yang ada di Kementerian BUMN disarankan akan lebih bertugas mengurusi operasional dan kebutuhan supporting untuk kepuasan strategis.
 
"Kementerian BUMN mempunyai PR yang sangat berat karena banyaknya BUMN yang rugi, masalah utang BUMN yang terus naik. Holding BUMN dan beberapa masalah BUMN seperti Garuda, Jiwasraya, Krakatau Steel," ujar dia.
 
Selain itu Aviliani juga mengatakan agar kedua wakil menteri tersebut bisa meninjau kinerja BUMN yang merugi. Bahkan ia mengimbau tidak perlu mempertahankan BUMN yang merugi serta tidak memiliki prospek yang jelas.
 
"Termasuk BUMN yang memiliki utang besar harus dievaluasi kembali apabila masih punya prospek dan mampu mengembalikan, atau justru bila dilanjutkan justru dapat merugi perlu diambil keputusan," jelas dia.
 
Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan keberadaan jabatan dua wakil menteri (wamen) di kementeriannya tidak akan saling tumpang tindih.
 
Saat ini posisi wamen di Kementerian BUMN dijabat oleh dua sosok yakni Budi Gunadi Sadikin mantan Direktur MIND ID atau Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan Kartika Wirjoatmodjo mantan Direktur Utama Bank Mandiri. Selain itu kementerian ini pun telah memiliki Sekretaris Kementerian (Sesmen) dan tujuh deputi.
 
Erick menjelaskan tugas para wamen akan berbeda dengan tugas para deputi di BUMN yang juga banyak jumlahnya. Ia bilang nantinya akan ada tugas baru bagai wamen sehingga tidak akan menggambil kewenangan yang harus dikerjakan oleh para deputi.
 
"Kita duduk juga dengan para deputi, ada tugas jobdesk yang baru," kata Erick
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif