Menteri BUMN Rini Soemarno saat menyambangi lokasi kereta cepat Jakarta-Bandung. FOTO: dok Kementerian BUMN.
Menteri BUMN Rini Soemarno saat menyambangi lokasi kereta cepat Jakarta-Bandung. FOTO: dok Kementerian BUMN.

1.500 SDM Bergelut di Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Ekonomi kereta cepat
Ilham wibowo • 30 September 2019 14:04
Cikarang: Guna mempersiapkan masa operasi pada 2021, sistem operasional dan perawatan kereta cepat Jakarta-Bandung telah dipersiapkan secara matang. Termasuk manajemen sumber daya manusia, hingga pengembangan TOD dan bisnis non kereta.
 
Adapun dari sisi tenaga kerja, PT KCIC selaku pemilik proyek saat ini sudah mulai melakukan perekrutan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja sama dengan instansi pendidikan yang berkaitan dengan bidang perkeretaapian.
 
"SDM yang terpilih akan mengikuti sejumlah program yang telah dipersiapkan oleh perusahaan. Pada saat operasional kereta cepat nanti, tidak kurang dari 1.500 personel profesional akan terlibat aktif di dalamnya," ujar Menteri BUMN Rini Soemarno, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 30 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam upaya persiapan SDM mulai dari penyerapan tenaga kerja profesional hingga penyusunan peraturan dan standar saat ini terus dipersiapkan. PT KCIC juga turut menjalin kerja sama dengan instansi lain untuk turut terlibat menjadi bagian dari sejarah dalam mewujudkan pembangunan moda transportasi modern antarkota. Hal itu diimpelmentasikan nyata oleh PT KCIC dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama (MoU) dengan MRT Jakarta pada Selasa, 10 September 2019 lalu.
 
Sebagai pionir dalam dunia perkeretaapian modern, PT KCIC dan MRT Jakarta bersepakat untuk melakukan transfer knowledge terkait dengan sistem operasional dan pemeliharaan sarana yang mencakup pengembangan kompetensi sumber daya manusia, inovasi hingga strategi pengembangan TOD dan bisnis non kereta lainnya.
 
Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra berpandangan kerja sama tersebut akan melahirkan sinergi yang baik serta menjadi simbol komitmen perusahaan transportasi massal perkeretaapian tanah air dalam upaya mewujudkan sistem transportasi massal yang terintegrasi untuk mendukung kemudahan mobilisasi masyarakat perkotaan khususnya Jakarta-Bandung di masa depan.
 
Dengan waktu tempuh yang cepat dan aman serta ditopang oleh teknologi modern, KCJB hadir untuk menjawab kebutuhan aksesibilitas dan mobilisasi masyarakat yang semakin tinggi. Selain itu, moda transportasi ini juga sangat siap berampingan dengan moda tranportasi massal lainnya di setiap titik pemberhentian, yang terdiri dari empat stasiun, yaitu Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar.
 
Pada kawasan Halim, stasiun kereta cepat akan terintegrasi dengan Light Rail Transit Jakarta, Bus Rapid Transit (BRT) dan memiliki akses strategis dikarenakan lokasinya yang cukup dekat dengan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma. Dari semua advantage tersebut, kelak KCJB dapat membantu memecahkan stagnasi sehingga konsentrasi mobilisasi transportasi publik di ibu kota dapat lebih efektif dan efisien, khususnya pada Kawasan timur Jakarta menuju Bandung maupun sebaliknya.
 
Hal tersebut disambut baik oleh Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ridwan Kamil. Gubernur Jawa Barat akan terus mengupayakan proses integrasi dengan LRT Bandung Raya yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Tak hanya itu, KCJB juga akan terintegrasi dengan Kereta Rel Diesel (KRD) yang akan menghubungkan stasiun kereta cepat dengan stasiun kereta api existing di kawasan Cimekar, Bandung. Termasuk dengan Bus Rapid Transit (BRT) yang akan dibangun di Karawang dan Walini.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif