Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto : Medcom/Ilham Wibowo.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto : Medcom/Ilham Wibowo.

Insentif Dagang Indonesia-AS Rampung Sebelum Natal

Ekonomi indonesia-as
Desi Angriani • 06 November 2019 21:31
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan insentif dagang atau Generalized System of Preferences (GSP) dengan Amerika Serikat (AS) rampung Desember mendatang. GSP merupakan program pemerintah AS dalam rangka mendorong pembangunan ekonomi negara-negara berkembang.
 
"GSP kan tinggal finalisasi item, tinggal kita kirim delegasi kita. Dan nanti kita akan kirim di bulan Desember awal sehingga ini bisa diselesaikan sebelum chrismast," kata Airlangga di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Rabu, 6 November 2019.
 
Airlangga menjelaskan dalam perjanjian GSP tersebut, pemerintah masih tersandung pada pelonggaran Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dan revisi aturan pusat data. Kedua item itu rencananya akan masuk ke dalam omnibus low.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada beberapa hal sebagian besar 80 persen sudah. Yang masih belum nanti yang terkait dimasukkan dalam omnibus law," ungkapnya.
 
Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross menambahkan Indonesia dan Amerika Serikat (AS) akan terus memperkuat kerja sama ekonomi di bidang perdagangan dan investasi. Kerja sama ini menandai 70 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan negara adidaya tersebut.
 
"Pada GSP kami melakukan diskusi yang sangat konstruktif. Kita semua sepakat untuk melakukan negosiasi yang sangat intens untuk menutup beberapa masalah terakhir antara USTR (US Trade Representative) dan perwakilan yang tepat dari pemerintah Indonesia. Kami nyaman dan sangat percaya diri ini bisa diselesaikan," ungkapnya.
 
GSP merupakan program pemerintah AS dalam rangka mendorong pembangunan ekonomi negara-negara berkembang, yaitu dengan membebaskan bea masuk ribuan produk negara-negara itu, termasuk Indonesia, ke dalam negeri Paman Sam tersebut.Sebanyak 3.546 produk Indonesia diberikan fasilitas GSP berupa eliminasi tarif hingga nol persen.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif