Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin)
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Pembangunan Fisik Ibu Kota Baru Bisa Dimulai 2020

Ekonomi pemindahan ibukota
Nia Deviyana • 02 Agustus 2019 16:02
Jakarta: Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan fisik di Ibu Kota baru kemungkinan sudah bisa dilakukan pada 2020. Saat ini, pihak PUPR masih menunggu kajian terkait detail lokasi.
 
"Nanti kalau desain detailnya sudah selesai, baru kita umumkan. Tapi tentunya pelaksananya dasarnya dulu, kalau sudah terbentuk batas-batas Ibu Kota dimana, baru dibangun jalan, air, setelah itu perumahan," ujarnya usai mengisi diskusi di kantor PUPR, Jakarta, Jumat, 2 Agustus 2019.
 
Basuki menuturkan dalam pembangunan infrastruktur di Ibu Kota baru, memerlukan persetujuan dari DPR. Hal tersebut juga harus disertai dengan kajian untuk menentukan Undang-undang yang akan ditetapkan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Membangun Ibu Kota itu harus seizin DPR. Setelah itu baru bisa dilakukan kegiatan dengan lebih detail," imbuhnya.
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) rencananya akan mengumumkan lokasi Ibu Kota baru pada Agustus ini. Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengatakan Ibu Kota baru akan dibuat dengan pendekatan lingkungan. Lantaran lokasinya di Kalimantan, maka Pemerintah Pusat akan mengusung konsep forest city.
 
"Kita menerapkan pendekatan lingkungan kita dalam membangun perkotaan. Kita bukan bangun garden city tetapi forest city, bagaimanapun Kalimantan adalah paru-paru dunia," kata Menteri Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Jakarta Pusat, Kamis, 1 Agustus 2019.
 
Sekalian itu, pemerintah bakal memanfaatkan clean and renewable energy. Gedung-gedung pemerintahan pun akan dirancang dengan konsep green building.
 
Dengan konsep forest city akan menghadirkan ruang terbuka hijaunya minimal 50 persen dari luas lahan ibu kota baru. 50 persen itu bisa dalam bentuk rekreasional park, botanical garden, area olahraga, dan lainnya.
 
"Tapi harus memperhatikan topografinya apakah berbukit, apakah dekat sungai atau lainnya," ucap dia.
 
Di ibu kota baru, pemerintah akan mendorong energi terbarukan. Nantinya, energi solar maupun gas akan diubah menjadi daya listrik yang efisien demi menunjang konsep forest city.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif