Integrasi Transaksi Tol JORR Berlaku 29 September 2018

Husen Miftahudin 25 September 2018 10:13 WIB
jalan tol
Integrasi Transaksi Tol JORR Berlaku 29 September 2018
Kendaraan melintas di Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR). Foto: MI/Adam Dwi.
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengumumkan integrasi transaksi tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR). Integrasi transaksi tol itu mulai berlaku efektif pada 29 September 2018 pukul 00.00 WIB.

Melalui keterangan tertulis, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja mengatakan, pemberlakuan integrasi transaksi tol tersebut berdasarkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 710/KPTS/M/2018 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri PUPR Nomor 382/KPTS/M/2018.

Keputusan itu menetapkan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor, Tarif, dan Sistem Pengumpulan Tol Secara Integrasi pada Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Seksi W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk), Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami) Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini), Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir), Seksi E2 (Cikunir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan), Jalan Tol Akses Tanjung Priok (Rorotan-Kebon Bawang), dan Jalan Tol Pondok Aren-Ulujami.

Menurut Endra integrasi transaksi tol dimaksudkan untuk mendorong terwujudnya sistem transportasi nasional yang efektif dan efisien dalam memperlancar mobilitas manusia, barang, dan jasa. 

"Di sektor jalan tol, upaya ini untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol dan mendukung sistem logistik nasional. Pemerintah menerapkan kebijakan integrasi transaksi tol sebagai tahapan menuju transaksi tol menerus atau Multi Lane Free Flow (MLFF) yang akan diberlakukan pada 2019," ungkap Endra, Jakarta, Selasa, 25 September 2018.

Baca juga: Penjelasan Pemerintah soal Integrasi Tarif Tol JORR

Integrasi transaksi tol sudah dilakukan pada empat ruas tol, yakni Jakarta-Palimanan-Brebes Timur (2016), Jakarta-Tangerang-Merak (2017), Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi), dan Tol Semarang seksi ABC (2018).

Sebelum diberlakukan efektif, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT Jasa Marga, PT Jakarta Lingkarbarat Satu, PT Marga Lingkar Jakarta, dan PT Hutama Karya melakukan sosialisasi kepada masyarakat. "Hal tersebut penting dilakukan agar masyarakat mengetahui tujuan kebijakan integrasi transaksi tol adalah peningkatan pelayanan jalan tol, bukan merupakan kenaikan tarif tol untuk memberikan peningkatan keuntungan kepada BUJT," tegasnya.

Usai integrasi, transaksi tol akan menjadi sistem transaksi terbuka di mana pengguna tol hanya melakukan satu kali transaksi pada gerbang tol masuk (on-ramp payment). Saat ini berlaku sistem transaksi tertutup.

"Sekarang kan pengguna tol melakukan 2-3 kali transaksi untuk menggunakan tol JORR sepanjang 76 kilometer (km) yang terdiri dari empat ruas tol dan dikelola oleh BUJT berbeda." ungkap Endra.

Pemberlakuan Satu Tarif

Integrasi ini memberlakukan satu tarif, yakni Rp15.000 untuk kendaraan golongan I. Sementara untuk golongan II  dan III  dikenakan Rp22.500, serta golongan IV dan V juga membayar besaran tarif Rp30.000. 

Baca juga: YLKI: Integrasi Tarif Tol JORR Bebani Pengguna Jarak Dekat

Saat ini untuk kendaraan dari Simpang Susun Penjaringan menuju Tol Akses Pelabuhan Tanjung Priok, golongan I membayar Rp34.000, sedangkan kendaraan golongan V sebesar Rp94.500. Endra mengklaim pemberlakuan integrasi JORR membuat tarif golongan I turun sebesar Rp19.000, sedangkan golongan V turun sebesar Rp64.500.

"Namun untuk pengguna ruas Tol Ulujami-Pondok Aren dari Bintaro Viaduct menuju Pondok Aren tetap membayar sebesar Rp3.000 untuk golongan I. Sedangkan kendaraan arah sebaliknya dari Pondok Aren menuju Ulujami dan JORR akan membayar tarif Rp15.000, dari sebelumnya sebesar Rp12.500," tutup Endra.





(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id