Kenaikan Bunga BI Diklaim tak Dorong Kredit Macet
Ekonom Bank Permata Josua Pardede. Medcom/Eko Nordiansyah.
Jakarta: Bank Indonesia (BI) diprediksi bakal menaikkan tingkat suku bunga acuan (BI 7 Day Reserve Repo Rate) sebesar 25 basis poin atau menjadi 5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pekan ini. Kebijakan itu bakal memicu kenaikan bunga kredit dan berdampak pada perbankan sebagai konsumen.

Menurut ekonom Bank Permata Josua Pardede, kenaikan bunga BI tak akan mengerek kredit macet terlalu tinggi selama bank sentral melakukan pelonggaran kebijakan makroprudensial.

"Kalau menurut saya, kredit macet  tidak terlalu tinggi tergantung implementasi di lapangan terkait kebijakan makroprudensial," ungkap Josua saat dihubungi Medcom.id di Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018.

Pelonggaran kebijakan makropridensial sudah tampak dari rencana relaksasi kebijakan Loan to Value atau LTV oleh Bank Indonesia. Rencana pelonggaran ini akan terkait dengan penurunan rasio uang muka, relaksasi aturan inden kredit pemilikan rumah (KPR) dan termin pembayaran kredit.

"Harapannya sekalipun ada potensi kenaikan kredit dengan adanya pelonggaran makroprudensial ini tetap bisa menopang permintaan kredit," imbuh dia.

Josua menambahkan penyesuaian suku bunga kredit biasanya berlangsung secara bertahap. Penyesuaian itu juga cenderung bervariasi tergantung pada likuiditas masing-masing bank serta risiko kredit macet atau non performing loan (NPL)-nya.

"Bila kreditnya relatif membaik dan dari sisi cost juga cukup efesien sehingga masih akan bertahan bank itu," pungkas dia.

Sebelumnya, Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (the Fed) berencana menaikkan tingkat suku bunga acuannya hingga 100 basis poin tahun ini.  Suku bunga The Fed telah mencapai kisaran 1,75-2,00 persen atau naik sebanyak 50 basis poin.

Sinyal kenaikan ini perlu diantisipasi oleh Bank Indonesia dengan menaikkan suku bunga acuan atau BI 7 Day Reserve Repo Rate demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.


 

(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id