Risiko Kredit Macet Naik Jelang Lebaran
OJK (MI/RAMDANI).
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan risiko kredit macet atau non performing finance (NPF) di perusahaan pembiayaan mengalami peningkatan menjelang Lebaran.

Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK M Ichsanuddin mengatakan  hal ini sejalan dengan kenaikan kredit atau pembiayaan yang juga mengalami kenaikan permintaan.

"Kalau dilihat secara nominal NPF sudah pasti meningkat menjelang lebaran, tetapi dari total jumlah pembiayaan sudah pasti meningkat juga," kata Ichsanuddin di Kantor Pusat OJK, Jakarta Pusat, Senin, 21 Mei 2018.

Dirinya mengatakan, pada momen menjelang Lebaran, masyarakat lebih memilih untuk menunda angsuran kredit untuk keperluan yang lebih mendesak lainnya seperti mudik. Uang yang tadinya dirancanakan untuk membayar cicilan kredit, dialihkan untuk biaya mudik.

"Orang mungkin mau ngangsur, ya sudah buat ongkos mudik dulu lah, yang penting nomor satu mudik, takut orang tua di kampung mikir kita enggak punya duit  untuk mudik dan malah mereka ngirimin duit nanti," tutur dia.

Adapun hingga akhir Maret, rasio kredit macet di perusahaan pembiayaan secara nett sebesar 1,88 persen, atau tumbuh 3,35 persen secara year on year.

"Memang ini terjadi peningkatan, tapi hanya komanya saja. Maret tahun lalu itu growth-nya sekitar 3,16 persen, ini dialami oleh seluruh industri yang menyalurkan pembiayaan," pungkas dia.

 

(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id