Sulsel Siap Penuhi Permintaan Ikan Pengusaha Prancis
Nelayan. Dok: ANT.
Makassar: Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan menyambut antusias sekaligus menyampaikan kesiapannya untuk memenuhi permintaan ikan dari pengusaha Marseille Prancis.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Sulkaf S Latief mengatakan itu terkait ketertarikan pengusaha ikan di Marseille untuk membeli produk laut dari Indonesia.

"Kami tentunya begitu siap untuk melayani permintaan hasil laut dari luar negeri (Prancis). Hasil laut kita memang sudah menjadi komoditas ekspor ke berbagai negara," ujarnya dikutip dari Antara, Minggu 6 Mei 2018. 

Ia menjelaskan, Sulsel selain didukung sarana dan prasarana yang lengkap dan memenuhi standar ekspor impor, juga didukung sumber daya alam dan manusia.

Kekayaan laut Sulawesi Selatan dan para nelayan tangguh membuat produksi ikan Sulsel begitu berlimpah. Bahkan Sulsel yang selama ini menjadi pusat distribusi atau lokasi pengumpulan hasil tangkapan membuat produksi ikan semakin terjaga.

Menurut dia, untuk hasil laut di Sulsel memang bukan hanya berasal dari daerah itu namun juga berasal dari berbagai wilayah di Kawasan Timur Indonesia seperti Kendari, Maluku, hingga Papua Barat.

"Kita selama ini memang pusat distribusi hasil laut di KTI. Intinya kami siap untuk mempertemukan para importir dari Prancis dengan pengusaha ikan di sini. Kami dari pemerintah memang fokus memfasilitasi untuk mempertemukan secara langsung," jelasnya.

Keinginan Importir Prancis sebelumnya disampaikan Konsul Ekonomi Konsulat Jenderal Indonesia di Marseille, Prancis, Yonatri Rilmania yang mengatakan, temu bisnis dihadiri tiga importir dari Marseille, Perancis, yakni Seablue, Seafoodia, dan Global Sea Products, guna menjajaki peluang kerja sama dengan PT Intimas Surya dari Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Konsul Jenderal Indonesia di Marseille, Asianto Sinambela, menyampaikan, potensi laut dan perikanan yang dimiliki Indonesia kepada ketiga importir ikan yang hadir dalam temu bisnis ini.

Ia kemudian menjelaskan kini ada beberapa kebijakan meningkatkan efektifitas industri perikanan di dalam negeri, seperti kebijakan penenggelaman kapal asing serta kerugian disebabkan praktek penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur, yang diimplementasikan Kementerian Kelautan dan Perikanan.




(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id