Neraca Dagang Mei Diperkirakan Masih akan Defisit USD890 Juta

Suci Sedya Utami 13 Juni 2018 16:29 WIB
Neraca Dagang Mei Diperkirakan Masih akan Defisit USD890 Juta
Illustrasi. ANT/Agung Rajasa.
Jakarta: Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan kinerja perdagangan Indonesia pada Mei masih akan mencatat posisi defisit. Meski demikian defisit diperkirakan akan menyusut dibandingkan bulan April.

"Sekalipun defisit namun defisitnya menurun. Kalau kemarin (April) USD1,63 miliar, untuk Mei USD890 juta," kata Josua pada Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 13 Juni 2018.

Josua menjelaskan impor masih akan cukup tinggi meskipun akan lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Pertumbuhan impor (yoy) diperkirakan 15 persen. Hal ini karena adanya momen puasa dan persiapan lebaran yang membuat impor barang konsumsi masih mendominasi.

Selain itu impor barang modal juga diperkirakan masih tinggi seiring dengan proyek-proyek inffrastruktur pemerintah yang masih berjalan serta kegiatan manufaktur yang meningkat.

Sementara dari sisi ekspor, lanjut Josua, pertumbuhannya masih relatif terbatas yakni diperkirakan (yoy) 4,5 persen. Dia bilang hal ini karena mitra dagang utama seperti Eropa, Jepang, India sedang mengalami penurunan aktivitas manufaktur. Sehingga untuk ekspor dari sisi volume turun meski dari sisi harga cenderung naik.

"Seperti batu bara harganya naik hampir 11 persen, saya kira itu yang akan mendorong ekspor, lalu harga karet alam naik hampir empat persen. Meski CPO turun hampir tiga persen. Namun ekspor diharapkan akan naik lagi sejalan harga komoditas yang konsisten naik," jelas dia.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id