Awal Tahun, Kinerja Ekspor Indonesia Alami Penurunan
BPS (ANT M/Agung Rajasa).
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari 2018 mengalami penurunan 2,81 persen dibandingkan dengan kinerja Desember 2017.

Secara  nilai yakni mencapai USD14,46 miliar, sementara bulan sebelumnya yakni sebesar USD14,87 miliar. Penurunan terjadi di semua sektor baik sektor migas yang turun dari USD1,51 miliar menjadi USD1,29 miliar serta sektor nonmigas dari USD13,36 miliar menjadi USD13,17 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan bila dirinci lagi, penurunan terbesar datang dari komoditas pertanian yang turun sebesar 6,76 persen.

"Yang cukup besar turunnya dari Desember ke Januari itu kopi, rumput laut, lada putih dan buah seperti mete," kata Suhariyanto di kantor pusat BPS, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Februari 2018.

Sementara untuk pangsa pasar ekspor, kata Suhariyanto, tak ada yang berubah. Mayoritas ekspor Indonesia dikirim ke Tiongkok dengan nilai USD1,92 miliar atau dengan porsi 14,58 persen dari total nilai ekspor. Disusul ke AS USD1,54 miliar atau 11,71 persen dan ke Jepang Usd1,39 miliar atau 10,52 persen.

Dengan pola pangsa pasar yang tak banyak berubah, kata Suhariyanto, Indonesia perlu memperluas pasar ke negara lain seperti Turki, Brasil, Mesir, dan Afrika Selatan.

"Pak Presiden meminta kita juga konsentrasi dong ke Asia Selatan seperti Pakistan Bangladesh, negara-negara yang populasinya banyak dan kulturnya sedikit sama dengan kita. Sebetulnya masih banyak komoditas-komoditas yang bisa diekspor," jelas dia.




(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id