Kesalahan Pengelolaan Keuangan yang Perlu Dihindari
Illustrasi. (MI/Atet Dwi Pramadia).
Jakarta: Hidup di era perkembangan teknologi membuat segala hal terasa lebih mudah, termasuk salah satunya untuk memperoleh informasi. Para pelaku usaha bisa dengan mudah memasarkan produknya lewat berbagai media digital. Promosi produk pun bertebaran dimana-mana.

Dikutip dari Sikapiuangmu, Minggu, 17 Juni 2018, memasang iklan sekarang tidak perlu mengeluarkan biaya sewa semahal di koran atau televisi. Para pelaku usaha pun berlomba-lomba memberikan penawaran dan menyajikan informasi terkait produknya sebaik mungkin, untuk menarik perhatian konsumen.

Berbagai kemudahan tersebut membuat generasi millenial menjadi lebih konsumtif. Kemudahan mendapatkan informasi mempermudah untuk mengeluarkan uang tanpa memperhitungkan pendapatan. Padahal belum tentu juga barang tersebut dibutuhkan pada saat ini.

Padahal, kenaikan gaji tak sebanding dengan kenaikan harga properti. Kenaikan gaji paling tinggi ialah 10 persen per tahun, sedangkan kenaikan harga properti sekitar 15 hingga 20 persen. Menabung saja belum tentu cukup untuk beli aset pribadi, apalagi jika uang habis dihambur-hamburkan untuk berbelanja terus.

Apa saja ya kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan dalam mengatur serta merencanakan keuangan. Ini kesalahan-kesalahan yang perlu dihindari untuk menjaga kesehatan keuangan untuk masa depan.

1. Menyisakan, bukan menyisihkan uang untuk menabung.

Berapa pun nilainya, kegiatan menabung tetap membawa manfaat yang besar bagi kehidupan. Baik persiapan dana untuk kebutuhan mendesak, maupun untuk persiapkan dana di masa depan. Menyisakan uang untuk menabung ialah salah satu kesalahan dalam mengatur keuangan, kamu tidak bisa menetapkan target yang akan ditabung bila hanya menyisakan sejumlah uang dari anggaran bulananmu.

2. Menggunakan kartu kredit di luar batas kemampuan.

Tiap lihat baju dan sepatu yang sedang tren lagi diskon, gesek kartu kredit. Nongkrong dengan teman- teman di coffee shop eksklusif, gesek kartu kredit. Ada promo dari travel untuk liburan, gesek kartu kredit tanpa memperhatikan kemampuan bayarmu. Belum lagi ambil tunai melalui kartu kredit padahal bunganya sangat tinggi. Bayangkan, jika bunga 2,5 persen per bulan, maka satu tahun menjadi 30 persen. Hayo, apa ada investasi yang menawarkan bunga sebesar bunga kartu kreditmu?

Jika ini terus terjadi dan dilakukan, maka utang akan semakin bertambah, belum lagi jika gaji yang didapat hanya pas-pasan. Jadilah ‘gali lubang-tutup lubang’.

3. Boros uang sewa.

Bagi yang ingin mandiri tapi belum mempunyai properti sendiri sewa kontrakan/ kost-kostan/apartemen menjadi pilihan. Menyewa apartemen yang harganya jauh lebih mahal pasti akan memberatkan keuangan. Jangan sampai uang sewa memakan lebih setengah penghasilan bulanan. Kamu juga harus bisa menyimpan sebagian uang untuk dana darurat yang sewaktu-waktu dibutuhkan.

4. Menunda investasi.

Banyak anak muda justru berpikir untuk menikmati kebebasan dengan perilaku konsumtif dan tidak ingin mengambil risiko seperti gagal berbisnis atau gagal berinvestasi. Karena merasa masih muda, kamu mungkin merasa hasil kerja keras lebih baik ‘dinikmati’ saat ini, jadi tidak terpikir untuk menabung atau berinvestasi untuk menyiapkan dana di masa depan nanti.

 



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id