Kilau Emas Antam Redup ke Rp656 Ribu/Gram

Angga Bratadharma 05 Juli 2018 10:00 WIB
harga emas
Kilau Emas Antam Redup ke Rp656 Ribu/Gram
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)
Jakarta: Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Kamis terlihat melemah Rp1.000 dibandingkan dengan hari sebelumnya di posisi Rp657 ribu per gram. Hari ini, harga emas berada di posisi Rp656 ribu per gram dan harga pembelian kembali berada di posisi Rp577 ribu per gram.

Mengutip laman Logam Mulia milik Antam, Kamis, 5 Juli 2018, pembelian emas dengan ukuran 10 gram yang dijual di Gedung Antam, harganya yaitu Rp619,5 ribu per gram atau setara dengan Rp6,19 juta. Untuk pembelian emas dengan ukuran 25 gram, harganya yaitu Rp615,4 ribu per gram atau setara dengan Rp15,38 juta.

Sedangkan pembelian emas dengan ukuran 50 gram, harganya dibanderol Rp613,22 ribu per gram atau setara dengan Rp30,661 juta. Untuk pembelian emas dengan ukuran 100 gram, harganya Rp611,9 ribu per gram atau setara dengan Rp61,19 juta.



Sementara emas ukuran terbesar mendapatkan harga lebih murah. Untuk pembelian emas dengan ukuran sebesar 500 gram, harganya yaitu Rp610,1 ribu per gram atau setara dengan Rp305,09 juta. "Harga dan ketersediaan stok bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan," tulis manajemen dalam situs resmi Logam Mulia Antam.

Adapun harga dan ketersediaan stok bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Harga emas di PT Pos Indonesia mengacu pada harga Butik Emas LM terdekat. Harga emas batangan sudah termasuk PPh 22 di 0,9 persen. Sertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Sementara itu, kontrak berjangka Brent yang paling aktif untuk pengiriman September ditutup naik 48 sen AS menjadi USD78,24 per barel. Sementara itu, minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) naik 19 sen AS menjadi USD74,33 per barel, mendekati posisi tertinggi tiga setengan tahun  pada Selasa waktu setempat di atas USD75 per barel.

Pasar AS tidak melakukan perdagangan karena liburan Hari Kemerdekaan AS. Presiden Iran Hassan Rouhani pada Selasa mengancam untuk mengganggu pengiriman minyak dari negara-negara tetangga jika Washington terus menekan semua negara untuk berhenti membeli minyak Iran.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id