Illustrasi. Dok : MI/Susanto.
Illustrasi. Dok : MI/Susanto.

Penerbangan Murah di Jam Sepi Dorong Utilitas Bandara

Ekonomi penerbangan
Desi Angriani • 02 Juli 2019 06:27
Jakarta: Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menilai penurunan tarif tiket pesawat berbiaya murah atau low cost carrier (LCC) pada jam - jam sepi akan mendorong utilitas bandara. Peningkatan utilitas ini akan menambal sharing cost atau beban bersama antara AP I, AP II, Airnav, Pertamina dan maskapai LCC di Tanah Air.
 
"Ini adalah peningkatan utilisasi yang di satu sisi akan mengkompensasi sharing cost yang kita berikan," ungkapnya dalam jumpa pers di Kementerian bidang Perekonomian, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.
 
Ia meyakini kebijakan penurunan harga tiket tak akan membebani maskapai lantaran mengambil jam dan waktu sepi penumpang. Di samping itu, sharing cost antar stake holder juga mencakup penyediaan bahan bakar avtur hingga operator.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"LCC mengambil peran besar di low hours. Kalau sebelumnya keterlibatan pihaknya terbatas antara maskapai dan bandara," tambah dia.
 
Kebijakan tersebut membuat pergeseran konsep skema insentif industri penerbangan dari marketing incentive scheme menjadi operation incentive scheme. Dengan kata lain, skema insentif ini menghubungkan bandara dan maskapai.
 
"Karena yang diputuskan dalam rapat ialah memberikan skema insentif yang memang connecting dengan operasi bandara dan maskapai," pungkas dia.
 
Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Trihargo menambahkan sharing cost tidak akan mengorbankan sisi safety dari AirNav, maskapai, maupun pengelola bandara.
 
"Kita masih berkomitmen di tengah kondisi yang tidak mudah bagi pengelola bandara, maskapai dan avtur," tegas Gatot.
 
Adapun pemerintah mengevaluasi secara berkala penurunan Tarif Batas Atas (TBA) harga tiket pesawat yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 dan berlaku efektif sejak 18 Mei 2019 lalu.
 
Hasil evaluasi tersebut, memutuskan penurunan tarif tiket pesawat sebesar 50 persen untuk seluruh maskapai berbiaya murah atau low cost carrier (LCC). Harga tersebut diturunkan setengah dari Tarif Batas Atas (TBA) maskapai LCC.
Penerbangan murah ini hanya dapat dinikmati pada Selasa, Kamis dan Sabtu dan berlaku pada low hours atau jam sepi penerbangan pada pukul 10.00 WIB sampai 14.00 WIB waktu setempat
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif