Ilustrasi. Foto  : Nation.
Ilustrasi. Foto : Nation.

Teknologi AI Siap Rambah Industri Keuangan

Ekonomi perbankan
Ilham wibowo • 10 Oktober 2019 20:51
Jakarta: Perusahaan Vision Artificial Intelligence (AI), Nodeflux, siap merambah pasar bisnis yang lebih luas dengan menyasar penerapan inovasi untuk pelaku industri keuangan di Indonesia. Face recognition untuk mewujudkan otomasi perbankan termutakhir kini sudah bisa dilakukan.
 
Group Product Manager Nodeflux Richard Dharmadi mengatakan teknologi vision AI miliknya terus berevolusi untuk optimalkan keamanan dan transaksi perbankan digital di Indonesia. Perusahaan yang didukung 100 persen sumber daya lokal ini siap menjawab tantangan industri keuangan dengan teknologi asli Indonesia yang telah meraih peringkat internasional.
 
"Kami punya semangat ingin berkembang dan berikan inovasi dalam mendorong ekosistem perkembangan teknologi di Indonesia," kaya Richard dalam sebuah diskusi di di Nodeflux HQ, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, 10 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengembangan yang dilakukan termasuk penerapan teknologi platform VisionAIre Know-Your-Customer (KYC) untuk meningkatkan otomasi roses verifikasi nasabah di bisnis perbankan. Solusi ini juga mampu mempercepat screening process untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, serta menekan upaya penipuan yang marak terjadi di industri keuangan dan perbankan.
 
Berbeda dengan metode tradisional, dalam e-KYC, nasabah hanya perlu memindai dokumen pengenal dan foto untuk memverifikasi keabsahannya secara otomatis. Apalagi, teknologi AI dalam e-KYC ini bisa memangkas proses verifikasi data yang tadinya 18 menit menjadi satu menit.
 
"Metode face recognition (pengenalan wajah) dilakukan dengan konsep pembanding antara wajah input dengan wajah referensi yang terbagi menjadi dua jenis, yakni 1:1 (one to one), perbandingan 1 image input dengan 1 image reference dan 1:N (one to many), perbandingan 1 image input dengan beragam image dari tiap sisi. Untuk kebutuhan e-KYC ini dilakukan dengan jenis 1:1," papar Richard.
 
Penggunaan VisionAIre KYC ini pun mencakup pemindaian seluruh dokumen nasabah, bahkan mampu memangkas waktu yang biasanya memakan waktu berhari-hari dalam proses verifikasi. Adapun pengelolaan dan verifikasi data tersebut terdapat proses integrasi dengan database instansi terkait yang terjamin kerahasiaannya.
 
Sementara itu, Chief Commercial Officer Nodeflux Ivan Tigana menambahkan ekosistem ekonomi digital di Indonesia semakin diperkokoh dengan ekspansi bisnis perbankan dan e-KYC berbasis AI di Indonesia.
 
Model AI yang dikembangkan Nodeflux akan meminimalisir campur tangan manusia dengan melatih teknologi analitik Face Recognition melalui biometrik wajah untuk memberikan akurasi yang tepat antara foto di identitas diri dengan swafoto nasabah, sehingga dapat meningkatkan keamanan dan juga mengurangi terjadinya fraud.
 
"Salah satu strategi Nodeflux ialah terus proaktif dengan berbagai kolaborasi dengan institusi pemerintahan dan lembaga-lembaga riset pengembangan AI,. Kerja sama ini penting untuk mendukung uji coba berkelanjutan Nodeflux demi meningkatkan teknologi mutakhir untuk sukseskan Indonesia masuki era industri 4.0," ucap Ivan.
 
Perusahaan Vision AI pertama di Indonesia ini telah mendapatkan pengakuan global dan ersaing dengan lebih dari 90 perusahaan teknologi AI terkemuka di dunia, termasuk Tiongkok dan Rusia. Teknologi Nodeflux baru-baru ini bahkan telah meraih peringkat ke-25 untuk Face Recognition Vendor Test (FRVT) dari National Institute of Standards and Technology (NIST) Face Recognition pada EKYC.
 
Nodeflux telah mengimplementasikan beragam solusi untuk mendukung sektor-sektor seperti kota pintar, pertahanan dan keamanan, manajemen pengawasan lalu lintas, manajemen aset dan fasilitas, analisis toko retail maupun grosir, periklanan, dan transportasi. Beberapa mitra yang telah menggunakan Nodeflux antara lain Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), NVIDIA, Jasa Marga, HP Enterprise, IBM, Asian Games 2018, dan The IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif