Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin
Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin

OJK Perkuat Pengawasan Market Conduct

Ekonomi ojk
Husen Miftahudin • 06 Desember 2019 08:41
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat pengawasan market conduct. Ini merupakan tugas OJK sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. Adapun di Pasal 4 UU OJK disebutkan salah satu tujuan pembentukan OJK adalah melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.
 
"Amanat UU OJK tentang perlindungan konsumen atau pengawasan market conduct ini yang saat ini kita sedang perkuat," kata Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Tirta Segara pada Malam Penganugerahan Pariwara Jasa Keuangan Terbaik 2019 di Hotel Shangri-La, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis malam, 5 Desember 2019.
 
Menurut Tirta pengawasan market conduct berbeda dengan pengawasan prudential yang menilai kesehatan lembaga jasa keuangan berdasarkan rasio-rasio keuangan. Pengawasan market conduct memberikan fokus pada perilaku lembaga jasa keuangan dalam berhubungan dengan konsumen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Suatu lembaga jasa keuangan yang sehat menurut indikator prudential belum tentu sehat secara perilaku menurut indikator market conduct," tuturnya.
 
Adapun tahap pertama dari pengawasan market conduct adalah pengawasan ketika lembaga jasa keuangan memasarkan produk dan layanan keuangan. Tirta mengakui penawaran produk dan layanan keuangan membantu masyarakat dalam memilih produk dan jasa keuangan yang dibutuhkan.
 
"Namun di sisi lain, penawaran produk dan layanan keuangan yang tidak transparan dan banyak dikeluhkan oleh masyarakat, juga masih marak," ketusnya.
 
Oleh karena itu, penting bagi OJK untuk memperkuat pengawasan market conduct. Ini diperlukan lantaran masih banyak layanan jasa keuangan tidak memenuhi hak-hak dan melindungi konsumennya.
 
"Padahal, produk dan layanan keuangan merupakan produk yang bersifat jangka panjang dan berlandaskan pada asas kepercayaan antara konsumen dengan industri jasa keuangan," tutup Tirta.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif