Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)

Perusahaan Konstruksi Selandia Baru Tegur Bangun Cipta Kontraktor

Ekonomi infrastruktur
Husen Miftahudin • 14 Agustus 2019 15:59
Jakarta: Perusahaan konstruksi Selandia Baru, H Infrastructure Limited (HIL) melayangkan surat teguran (somasi) kepada PT Bangun Cipta Kontraktor (BCK) terkait pekerjaan engineering, procurement, and constructions (EPC) dari proyek sistem pengumpulan uap dan pembangkit listrik bertenaga 1 x 30 MW di Karaha, Jawa Barat.
 
Somasi telah dilayangkan HIL sebanyak dua kali, yakni pada 24 Mei 2019 dan 13 Agustus 2019. Kuasa hukum HIL Anthony Hutapea menyatakan surat somasi tersebut diajukan sebagai tindak lanjut upaya mendapatkan hak HIL yang telah tercederai berdasarkan perjanjian operasi atau joint operation agreement (JOA) antara HIL dengan BCK pada 29 Januari 2015.
 
JOA tersebut terkait dengan pekerjaan EPC dari proyek sistem pengumpulan uap dan pembangkit listrik bertenaga 1 x 30 megawatt (mw) di Karaha, Jawa Barat, berdasarkan penunjukan PT Pertamina Geothermal Energy.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun proyek Karaha pada kenyataannya tidak berjalan dengan lancar. Hal ini lantaran BCK selaku salah satu pihak dalam kerja sama operasi tersebut tidak melaksanakan bagian dari pekerjaannya dengan profesional. Termasuk tidak menyetorkan modal partisipasi sebesar USD2,59 juta sebagaimana diatur dalam JOA.
 
Selain itu, BCK juga tidak berpartisipasi secara penuh dalam pelunasan pembayaran tagihan-tagihan dari pihak ketiga kepada joint operation tersebut.
 
"Terhadap situasi tersebut, HIL telah mengeluarkan beberapa surat teguran kepada BCK atas kewajibannya, dan kerugian yang timbul atas tidak terpenuhinya kewajiban dan kegagalan BCK untuk membayar utang kepada HIL. Terhitung kerugian yang timbul akibat tidak terpenuhinya kewajiban BCK hingga saat ini sebesar USD7,51 juta," ungkap Anthony dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Dalam somasi tersebut BCK juga diingatkan untuk segera melakukan pembayaran kerugian dalam waktu tujuh hari sejak tanggal somasi kedua diserahkan.
 
Selain itu, upaya hukum akan terus dilakukan untuk mendapatkan hak HIL atas sejumlah uang yang telah dikeluarkan sebagai akibat dari kelalaian BCK dalam melaksanakan kewajibannya.
 
"Kami menimbang untuk mengajukan pailit terhadap BCK apabila tidak merespons somasi ini," tegas Anthony.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif