Menteri BUMN Erick Thohir. Foto : Medcom/Annisa Ayu.
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto : Medcom/Annisa Ayu.

Erick Thohir Minta Swasta Tak Hanya Jualan Avtur

Ekonomi Erick Thohir
Suci Sedya Utami • 04 Desember 2019 17:16
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mempersilakan badan usaha swasta untuk masuk dalam bisnis avtur bagi industri Tanah Air. Namun Erick menekankan swasta tidak hanya menjual avtur.
 
Ia ingin agar swasta juga memproduksi dan mengolah avtur di dalam negeri seperti yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero). Erick tidak ingin swasta hanya berjulan namun hasil produknya berasal dari impor.
 
"Kalau Pertamina kan bisa memproduksi avtur. Kalau swasta yang memproduksi avtur ya biqsa saja," kata Erick ditemui di Pacific Place, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Erick tidak ingin jika swasta nantinya berjualan dengan hanya minta lisensi untuk impor produk avtur. Sebab kata Erick, nantinya pihak-pihak yanh ditugaskan unyuk menekan impor migas yang ujungnya disalahkan jika ada pembengkakan impor kembali.
 
"Jadi ini mesti benar, kalau swasta ingin berperan kami sangat welcome. Tapi catatannya kalau produksi. Kalau sekadar impor saya enggak setuju," tutur dia.
 
Ia mengimbau agar swasta jangan hanya mencari keuntungan namun akhirnya merugikan negara dan menghancurkan keseluruhan konsep yang sedang dibangun pemerintah untuk menekan impor.
 
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati pun mengatakan Pertamina sejak Maret 2019 telah mampu memasok avtur dari produksi dan pengolahan di dalam negeri tanpa harus impor. Bahkan, kata dia sejak Juni lalu, Pertamina pun telah mengimpor hasil produksi avturnya.
 
"Ini kita sudah mandiri, kilang sudh kita upgrade khusus Kilang Cilacap, sehingga produksi avtur kita bisa lebih banyak lagi," tutur Nicke.
 
Dari sisi harga dia bilang dibandingkan dengan penjualan di bandara luar negeri, penjualan di dalam negeri diklaim cukup kompetitif. Memang diakui dirinya jika distribusi di Indonesia timur cukup sulit sehingga mempenaruhi harga avtur yang dijual di daerah tersebut.
 
"Misalnya avtur kita hasilkan di Cilacap, dibawa pakai kapal ditaruh di TBBM diangkut pakai truk, ke pelabuhan kecil di TBBM, baru sampai ke airport yang kecil, jadi membangun distribusi bagaimana kita bisa menekan itu," ujar Nicke.
 
Namun, lanjut Nicke meski demikian dirinya menjamin ketahanan avtur di wilayah Sorong telah meningkat dari 2,5 hari menjadi 22 hari.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif