Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Alasan Pegadaian Pertahankan Praktek Gadai sebagai Bisnis Inti

Ekonomi pegadaian
Nia Deviyana • 27 Juli 2019 09:46
Yogyakarta: PT Pegadaian (Persero) bakal tetap mempertahankan gadai sebagai core business atau bisnis inti kendati perusahaan pelat merah tersebut memiliki beberapa anak usaha, salah satunya di bidang perhotelan.
 
Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto menuturkan masyarakat masih menggemari praktek gadai sebagai pilihan mendapatkan dana. "Gadai masih dibutuhkan masyarakat Indonesia," ujar Kuswiyoto saat mengisi diskusi di Pesonna Hotel, Tugu, Yogyakarta, Jumat, 26 Juli 2019.
 
Dalam mempertahankan core business, lanjut Kuswiyoto, tidak mudah meskipun Pegadaian masih berada di masa kejayaan perusahaan. Apalagi, saat ini sudah masuk era revolusi 4.0 sehingga ada pergeseran nasabah ke milenial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kejayaan masa lalu perusahaan, seperti kami di BUMN tidak ada jaminan kita akan sustain hingga kedepan nanti. Banyak perusahaan yang legend tetapi tidak mampu bertahan karena terdisrupsi. Oleh sebab itu, meski usia Pegadaian sudah 118 tahun, tetapi terus melakukan regenerasi nasabah dan memberikan fitur produk yang dibutuhkan masyarakat," papar Kuswiyoto.
 
Sebab itu, Pegadaian saat ini terus melakukan perluasan segmen melalui distribution channel seperti kerja sama dengan perbankan anggota Himbara (BRI, BNI, Mandiri dan BTN) yang mencapai 400 ribu agen. Terbaru, perusahaan pelat merah ini membuka kerja sama dengan start up Tokopedia untuk nasabah yang membuka Tabungan Emas.
 
Kuswiyoto memberikan contoh, usai kerja sama dengan start up Tokopedia untuk tabungan emas, Pegadaian mendapatkan nasabah baru hingga lebih dari 400 ribu. "Bahkan setelah kami memiliki Pegadaian Digital Service terjadi penambahan nasabah hingga 800 ribu lebih," pungkasnya.

 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif