Financial Planner Business Consultant Mada Aryanugraha. Foto: dok Istimewa.
Financial Planner Business Consultant Mada Aryanugraha. Foto: dok Istimewa.

Atur Manajemen Cash Flow, Kunci Sukses Berbisnis

Ekonomi wirausaha dunia usaha
Ade Hapsari Lestarini • 29 Oktober 2019 20:48
Jakarta: Manajemen yang mumpuni dan berjalan efektif menjadi faktor utama dalam menjalankan bisnis. Hal ini akan sangat berpengaruh pada perjalanan dan kesuksesan sebuah bisnis.
 
Bisnis yang sukses pun tentu harus selalu didukung manajemen yang tepat, dan efisien. Berbagai aspek harus dicermati di dalam manajemen yang dijalankan, termasuk manajemen cash flow yang akan begitu memengaruhi kinerja bisnis secara keseluruhan.
 
"Manajemen cash flow yang tepat dan akurat, bagi pelaku UMKM hukumnya wajib jika ingin usahanya dapat terus bertahan dan berkembang. Tanpa manajemen cash flow yang baik, maka sebuah usaha akan mengalami masalah keuangan. Salah satu masalah yang seringkali dihadapi adalah kekurangan uang tunai untuk melakukan pembayaran biaya operasional usaha," jelas Financial Planner Business Consultant Mada Aryanugraha, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa, 29 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan kekurangan uang tunai seringkali terjadi bukan karena usaha mengalami masalah dalam hal penjualan atau karena mengalami kerugian, tapi bisa sesimpel karena sebagian besar penjualan dalam bentuk piutang sedangkan biaya-biaya harus dikeluarkan dalam waktu dekat. Sementara ketersediaan uang di rekening tidak mencukupi untuk membayar biaya-biaya tersebut.
 
Pentingnya menjaga cash flow dalam bisnis ibarat menjaga peredaran darah dalam tubuh. Pasalnya, jika tidak akan mematikan usaha yang dirintis.
 
"Pengelolaan arus kas usaha seringkali disepelekan, hal ini terlihat dari jarangnya dilakukan budgeting, forecasting, dan projection keuangan secara bulanan maupun tahunan oleh para pelaku usaha. Dalam keuangan usaha, cash flow ibarat darah yang mengalir dalam tubuh kita, yang menjaga kita tetap dapat hidup, maka dari itu jika cash flow tidak dikelola dengan baik, maka dapat mematikan usaha yang dijalankan," jelasnya.

Bisnis Food and Beverage

Hal ini pun juga dilakukan oleh para pengusahabisnis food and beverage (F&B). Maraknya bisnis minuman segar boba menjadi salah satu ceruk pasar yang prospektif di Indonesia. Salah satunya sepertiGulu Gulu hingga Xing Fu Tang. Selain bisa mengeruk peluang bisnis ini dengan membeli unit waralaba yang disediakan Sour Sally Group, bisa diciptakan pula usaha yang sama dan bisa terus eksis serta mereguk cuan.
 
Meski begitu, mengembangkan sebuah bisnis tidaklah semudah seperti dalam materi seminar atau mentoring bisnis. Butuh perjuangan, pengorbanan, dan kerja ekstra keras agar bisnis bisa bergerak dari titik nol hingga tahap berkembang dan menghasilkan profit bagi pemiliknya.
 
Bagi pengusaha pemula, seolah tak pernah ada waktu untuk berleha-leha. Bahkan, semakin bisnis terus berkembang, harus lebih giat lagi agar bisnis bisa langgeng dan lebih besar dari sebelumnya. Para pengusaha yang saat ini telah berhasil membesarkan bisnisnya ketika pertama kali memulai tentu pernah merasakan masa-masa bisnis mulai merangkak menuju pertumbuhan yang sering menguras energi dan dana.
 
Agar bisnis bisa bertahan menghadapi persaingan dan tetap eksis, gak ada salahnya mengikuti resep jitu memulai bisnis dari para pengusaha muda inspiratif dan para expert yang lagi viral. Mulai dari Vancelia Wiradjaja (Managing Director of Xing Fu Tang Indonesia), Billy Kurniawan (Founder of Kopi Janji Jiwa), Jacqueline Karina (Founder of Kokumi), Donny Pramono Ie (CEO and Founder of Sour Sally Group), Agatha Carolina (Founder of Monstore), William Sudhana (Founder of vosFoyer), Oddie Randa (Managing Director of Gushcloud Indonesia), Nazier Ariffin (Head of Strategic Investment Telkomsel), hingga Mada Aryanugraha (Financial Planner, Business Consultant).
 
Atur Manajemen <i>Cash Flow</i>, Kunci Sukses Berbisnis
Kiri ke kanan: Bisma Adi Putra (F&B Expert), Vancelia Wiradjaja (Managing Director of Xing Fu Tang Indonesia), Jacqueline Karina (Founder of Kokumi), Donny Pramono Ie (CEO and Founder of Sour Sally Group), Billy Kurniawan (Founder of Kopi Janji Jiwa), Queenseca Ashyonella (Brand Manager MoneySmart).
 
Para pengusaha yang merilis bisnis viral ini bisa memberikan ide menarik, dan bisa mendapat seputar tips dari beberapa ahli yang akan membantu penjualan bisnis Anda. Salah satunya, datang dari Donny Pramono Ie, CEO and Founder of Sour Sally Group yang memberi bocoran bagaimana caranya agar bisnis bisa tetap eksis.
 
Menurut Donny, hal pertama yang harus dilakukan untuk membuat bisnis Anda bisa diterima masyarakat hingga viral ialah inovatif. "Think different. Not (only) better. Di dalam setiap usaha yang dijalankan, selalu dibutuhkan inovasi dan ide-ide baru. Maka harus bisa selalu berpikir berbeda, unik, memiliki alasan yang tepat dari 'kenapa' dibuatnya ide tersebut, bukan hanya sekadar lebih baik," ungkapnya di acara #EntrepreneursTalk dengan tema "Grow Your Business with Smart Starter Packs" MoneySmart.
 
Tak hanya itu, untuk membuat produk yang dijual laris manis hingga booming, maka hal lain yang harus dilakukan ialah mengikuti tren yang tengah berkembang. "Untuk mencapai kesuksesan, hampir semua bisnis F&B harus melewati tiga fase, di antaranya tren/hype stage di mana brand atau produk tersebut harus bisa 'booming' dan menjadi 'hype' yang dibicarakan semua orang," imbuh Donny.
 
Dia mengungkapkan, dalam memiliki bisnis F&B maka harus menjadikannya sebagai sebuah kebutuhan bukan hanya keinginan. Sehingga, produk ini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sehari-hari.Tahap terakhir yang harus dilihat ialah culture/budaya stage yaitu saat brand/produk Anda sudah dapat disesuaikan menjadi budaya dalam suatu wilayah, dan melekat.
 
Jika semua tahap-tahap tersebut dijalani, Donny memastikan, usia brand/produk yang dijual dapat bertahan dalam jangka panjang.
 
Senada dengan Donny, Jacqueline Karina yang merupakan founder dari merek Kokumi telah meracik minuman yang kekinian disukai banyak orang. Karina pun membagikan tipsnya bagaimana cara mereguk cuan dari bisnis F&B. Awalnya, Jacqueline memiliki hasrat untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain melalui hasil usahanya. Namun, sempat merasa bingung bagaimana cara menyampaikannya.
 
"Purpose-nya mau spread the happiness tapi saya enggak bisa nulis buku, enggak bisa menggambar, jadi saya lihat talentanya di membuat makanan dan minuman. Nah dari situ saya mau sampaikan pesan kebahagiaan kepada banyak orang," ungkapnya.
 
Pesan itu pun dituangkannya melalui logo unicorn dan warna-warni minuman yang ada di setiap gelas brand yang dirilisnya pada Maret 2018. Poin ini juga bisa menjadi pembeda merek ini dengan minuman sejenis lainnya yang beredar di pasaran. Bermodal Rp1,8 miliar, Jacqueline memastikan, mempertahankan rasa yang segar dan kualitas bahan-bahan minuman yang natural merupakan resep minuman kekiniannya bisa diterima masyarakat luas.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif