Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menemui Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menemui Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Polemik Data Lahan Baku Sawah Diakhiri

Ekonomi pangan kementerian pertanian
Ilham wibowo • 31 Oktober 2019 12:28
Jakarta: Polemik perbedaan data lahan baku sawah nasional bakal segera berakhir usai Manteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menemui Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil. Penghitungan lahan tersebut bakal disempurnakan untuk kemudian dikelola Badan Pusat Statistik (BPS).
 
"Kita menyamakan persepsi dan data tentang data lahan baku sawah ya, beberapa waktu yang lalu ada perbedaan data yang telah dipublikasikan dengan prespektif Kementerian Pertanian," kata Sofyan di kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Kamis, 31 Oktober 2019.
 
Menurut Sofyan, pihaknya bersama BPS telah mengeluarkan data luas baku sawah terbaru yang dihimpun dengan metode kerangka sampel area (KSA) pada Oktober 2018. Data itu menyebutkan luas baku sawah Indonesia mencapai 7,1 juta hektare (ha).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, hasil tersebut kemudian menuai pro kontra lantaran dianggap jauh di bawah data luas sa­­wah lama yang dikeluarkan Kementan, yakni 8,1 juta ha. Penyempurnaan pun kemudian kembali dilakukan dengan menyamakan pencatatan dari Kementan, Kementerian ATR, BPS, dan Badan Informasi Geospasial (BIG).
 
"Sekarang kita sudah verifikasi, sudah 20 provinsi penghasil beras utama, sudah diverifikasi dan kita sudah ada data yang sepakati bersama BPS, BIG, Kementan, dan ATR/BPN," ujarnya.
 
Sofyan menyampaikan dibutuhkan waktu untuk melakukan verifikasi dalam penghitungan luas lahan tersebut. Meski diprediksi bakal ada penambahan dari data yang sudah dipublikasikan, pengumuman resmi data hasil penyempurnaan rencananya bakal disampaikan pada 1 Desember 2019.
 
"Karena masih hitung-hitungan akhir, mudah-mudahan 1 Desember bisa kita keluarkan data koreksi dari data yang sudah dipublikasikan sebelumnya," ungkapnya.
 
Sementara itu, Mentan Syahrul menyebut penyempurnaan data lahan baku sawah tersebut akan digunakan oleh negara sebagai pedoman. Seluruh data terkait pangan, kata dia, bakal berpusat di BPS dengan verifikasi tim Kementan di lapangan agar semakin akurat.
 
Ia memastikan tidak ada metodologi yang berbeda antara Kementan maupun Kementerian ATR. Penyempurnaan data itu pun hanya berlaku untuk pengecekan bersama di beberapa daerah.
 
"Mentan tidak punya data yang lain selain itu, memang klarifikasinya harus dilakukan bersama dan itu harus kita sepakati. Insyallah republik ini punya satu data tentang pertanian," ujarnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif