Wamendag Jerry bertukar cendramata dengan Acting Deputy Under Secretary for International Trade U.S. Department of Commerce, Diane Farrell, di Washington DC, AS. Dok: Kemendag.
Wamendag Jerry bertukar cendramata dengan Acting Deputy Under Secretary for International Trade U.S. Department of Commerce, Diane Farrell, di Washington DC, AS. Dok: Kemendag.

Kemendag Upayakan Ekspor Produk Baja ke AS Meningkat

Ekonomi ekspor kementerian perdagangan
Intan Yunelia • 25 November 2019 01:22
Jakarta: Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga mengatakan bahwa pemerintah Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan akses pasar produk-produk Indonesia ke Amerika Serikat (AS). Salah satunya mengupayaan pengenaan tarif yang minim bagi produk potensial Indonesia di pasar AS seperti baja, tekstil dan funitur.
 
Hal tersebut disampaikan Jerry pada pertemuan dengan Acting Deputy Under Secretary for International Trade U.S. Department of Commerce, Diane Farrell, di Washington DC, AS, Rabu 20 November 2019. Pertemuan bilateral tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wamendag Jerry ke AS pada 16 hingga 20 November 2019.
 
"Pada pertemuan bilateral tersebut, kami fokus pada upaya meningkatkan akses pasar untuk mendorong ekspor Indonesia ke AS. Kami mencoba untuk meningkatkan ekspor baja dengan meminta pengecualian pengenaan tarif 25 persen untuk produk baja. Selain itu juga kami menginginkan agar produk tekstil dan furnitur Indonesia dapat mengisi pasar AS," kata Jerry di siaran pers yang diterima Medcom.id, Minggu, 24 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan, produk andalan Indonesia tersebut berpotensi memberikan kontribusi peningkatan ekspor ke AS. Baja menjadi komoditas ekspor Indonesia ke AS yang menjanjikan mengingat komoditas baja sangat diperlukan AS untuk mendukung industri.
 
Tak hanya itu, furnitur dan tekstil masuk dalam kategori produk utama Indonesia yang akan ditingkatkan ekspornya ke AS. Indonesia juga menyampaikan keinginan untuk mengisi kekosongan importasi AS atas kedua produk tersebut yang selama ini berasal dari Tiongkok.
 
Selama ini, produk pakaian jadi masih menjadi komoditas yang mendominasi ekspor Indonesia ke AS yang pada Januari sampai Agustus 2019 tercatat lebih dari USD3 miliar. Sedangkan furnitur, ekspornya tercatat meningkat signifikan selama Januari hingga September 2019 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 24,4 persen dari USD560,2 juta menjadi USD696,7 juta.
 
Lebih lanjut, Jerry juga mengungkapkan, peningkatan akses pasar dengan pengecualian kenaikan tarif ini penting untuk memberikan kontribusi bagi pencapaian target total perdagangan antara Indonesia dan AS sebesar USD60 miliar.
 
"Kami berharap Pemerintah AS nantinya akan memperluas akses pasar bagi produk-produk Indonesia, serta memberikan respons positif atas upaya Pemerintah Indonesia dalam penyelesaian isu-isu perdagangan bilateral kedua negara," pungkasnya.
 

(BOW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif