Pinjaman Online

Aduan Nasabah ke LBH, Aftech: Bukan Anggota Kami

Desi Angriani 09 November 2018 19:15 WIB
fintech
Aduan Nasabah ke LBH, Aftech: Bukan Anggota Kami
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)
Jakarta: Keluhan nasabah mengenai pengenaan bunga tinggi dan perlakuan tidak menyenangkan diklaim berasal dari peminjaman online ilegal. Hingga kini, Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) belum menerima aduan nasabah untuk fintech yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Sampai saat ini kami dari asosiasi belum mendengar ada anggota kami yang terbukti dilaporkan. Dari kami enggak ada yang terbukti tersangkut di pelaporan LBH Jakarta," kata Wakil Ketua Aftech Sunu Widyatmoko saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 9 November 2018.

Menurutnya, setiap anggota Aftech diharuskan mematuhi kode kondak dan kode etik. Jika melakukan pelanggaran maka fintech yang bersangkutan bakal ditindaklanjuti oleh komite etik.

"Apabila mereka melanggar, mereka akan dimintai klarifikasi oleh kita. Lalu kalau terbukti kita serahkan ke komite etik," imbuh dia.

Hal serupa disampaikan Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot. Mayoritas pengaduan masyarakat  bersumber dari fintech tak berizin atau ilegal. Karenanya, OJK bersama Satgas Waspada Investasi telah menghentikan sedikitnya 400 kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tak berizin.

"Cuma memang mayoritas yang ilegal ya. Biasa aka ada penindakan langsung,” katanya kepada Medcom.id.

Jika fintech yang berizin melakukan pelanggaran maka OJK berdasarkan Peraturan OJK (POJK) No. 77/POJK.01/2016 akan memberikan sanksi tegas berupa penghentian usaha.

Berdasarkan data LBH Jakarta, jumlah korban pinjaman online pada 2018 naik drastis menjadi 120 orang dari sebanyak 10 orang pada 2016. Bahkan, rangkuman kasus pinjaman online yang dirilis LBH Jakarta sempat viral di media sosial. Di antaranya, peminjam berinisial D terpaksa mengundurkan diri dari pekerjaannya karena malu. Sebab pihak ‘VL” menagih pinjamannya kepada rekan sekantor.

Kemudian, seorang peminjam berinisial L melakukan upaya bunuh diri dengan mrminum minyak tanah lantaran terlilit bunga pinjaman yang begitu besar. Berbeda dengan nasabah berinisial FY, ia diminta menari telanjang di rel kereta agar pinjamannya bisa lunas. Lebih parahnya, seorang pemiinjam A, diancam akan dibunuh oleh pihak DR karena belum bisa melunasi pinjaman.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id