Ilustrasi - - Foto: Antara/ Hafidz Mubarak A
Ilustrasi - - Foto: Antara/ Hafidz Mubarak A

Pemerintah Pacu Pengembangan Industri Manufaktur

Ekonomi ekonomi indonesia kementerian perindustrian industri manufaktur
Husen Miftahudin • 26 April 2019 21:37
Jakarta: Pemerintah tengah serius membenahi industri manufaktur dalam negeri guna mendongkrak penerimaan negara. Salah satunya denganmenggenjot hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah produk.
 
Sekretaris Jenderal Kemenperin Haris Munandar menyampaikan, kontribusi industri manufaktur pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional berada di angka 20 persen. Kondisi ini menjadikan Indonesia berada di peringkat kelima di antara negara G-20, setelah Tiongkok (29,3 persen), Korea Selatan (27,6 persen), Jepang (21 persen), dan Jerman (20,7 persen).
 
Padahal, sebut dia, rata-rata kontribusi sektor manufaktur dunia saat ini hanya sebesar 17 persen. Di lain hal, sektor manufaktur Indonesia menjadi yang terbesar di kawasan ASEAN dengan nilai sebesar USD39,7 miliar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan konsistensi kontribusi yang tertinggi tersebut, pemerintah berkomitmen lebih memacu pengembangan industri manufaktur melalui pelaksanaan peta jalan Making Indonesia 4.0. Menurut Haris, hal tersebut dimaksudkan agar pengembangan industri nasional lebih berdaya saing global di era digital.
 
"Aspirasi besarnya adalah menjadikan Indonesia masuk jajaran negara 10 besar dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. Kami juga optimistis, Indonesia peringkat keempat di tahun 2045," ungkap Haris dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat, 26 April 2019.
 
Sementara itu, Direktur Keuangan PT Grand Kartech Tbk, Johanes Budi K, siap mendukung pemerintah dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam setiap lini proses di perusahaan. Hal itu akan memberi nilai lebih kepada perusahaan.
 
"Pemanfaatan teknologi dan informasi dalam proses di perusahaan di antaranya dari segi kecepatan untuk adaptasi desain suatu produk mengikuti permintaan pasar, maupun peningkatan kualitas dan efisiensi produksi. Ini memberikan semangat bagi kami para perusahaan manufaktur untuk memperbesar pasar ke depannya," ungkap Johannes.
 
Pada tahap awal pihaknya akan melakukan perluasan pasar ekspor. "Di awal awal tahun ini perseroan telah berhasil melakukan ekspor ke negara tetangga, di samping menyelesaikan proyek-proyek dalam negeri seperti tangki, heat recovery steam generator, hingga conveyor," pungkas dia.
 
Grand Kartech merupakan perusahaan manufaktur lokal yang memproduksi mesin-mesin untuk kebutuhan industri seperti boiler, pressure vessel, tangki, mesin-mesin customized/make to order, dan lain-lain.

 

(Des)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif