PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PIR) melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama perusahaan properti asal Jepang, Hankyu Hanshin Properties Corporation. Medcom/Husen.
PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PIR) melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama perusahaan properti asal Jepang, Hankyu Hanshin Properties Corporation. Medcom/Husen.

Indonesia Jadi Buruan Investor Asing

Ekonomi
Husen Miftahudin • 18 Desember 2018 21:05
Jakarta: Saat ini Indonesia jadi salah satu negara yang diburu investor asing. Buktinya, beberapa perusahaan asing merambah pasar Indonesia dengan membuka pabrik dan gerai di Tanah Air.
 
Dua pekan lalu Lumine membuka gerai fesyen dan kuliner di Plaza Indonesia. Selain itu perusahaan perakit Iphone, Pegatron Corporation, bakal membuka pabrik di Batam dengan menggelontorkan investasi pada tahap pertama sebanyak USD1 miliar.
 
Teranyar, PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PIR) melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama perusahaan properti asal Jepang, Hankyu Hanshin Properties Corporation. Kedua perusahaan tersebut berencana melakukan kerja sama dalam mengembangkan properti di Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengakui pasar Indonesia memiliki potensi bisnis yang tinggi. Termasuk pada prospek pengembangan properti yang terintegrasi dengan transportasi massal alias transit oriented development (TOD).
 
"Prospek TOD sangat bagus, mereka (Hankyu Hanshin) lihat Indonesia sebagai tujuan investasi karena banyak deregulasi yang kita lakukan," ujar Enggar usai penandatanganan nota kesepahaman antara PIR dengan Hankyu Hanshin di ballroom Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 18 November 2018.
 
Menurut Enggar, daya tarik Indonesia juga terlihat dari tercapainya kesepakatan dengan empat negara European Free Trade Association (EFTA) yakni Swiss, Liechtenstein, Islandia, dan Norwegia. Penandatanganan perjanjian Indonesia EFTA Comprehensive Economic Partnership Aggreement (IE-CEPA) memberi sinyal positif demi mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah melemahnya perdagangan dunia.
 
"Kemarin kita tanda tangan EFTA. Kita sudah delapan tahun (perundingan IE-CEPA) dan mereka semangat untuk bisa masuk dan investasi di Indonesia," bebernya.
 
Terkait rencana kerja sama PIR dan Hankyu Hanshin, keduanya sepakat untuk mempromosikan aliansi strategis melalui pertukaran pandangan dan opini yang berhubungan dengan properti. Kedua perusahaan tersebut saling berbagi pengalaman soal manajemen properti hingga operasional properti komersial di Indonesia.
 
President Director dan CEO Plaza Indonesia Rosano Barack yakin penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi batu loncatan bagi kedua belah pihak untuk mengembangkan bisnis.
 
"Kita bisa belajar banyak dari mereka dan mereka pun dapat mengetahui lebih tentang Indonesia lewat kita. Mimpi kami tidak sekadar mencakup Indonesia saja, jika mungkin ke negara lain," ungkapnya.
 
Sementara President Hankyu Hanshin Tsuneo Wakabayashi ingin berbagi pengalaman kepada Plaza Indonesia mengenai pengembangan properti yang terintegrasi transportasi massal. Ini lantaran Plaza Indonesia memiliki lokasi strategis di Jakarta.
 
"Kami melihat Plaza Indonesia sebagai sebuah tempat yang bergengsi karena berlokasi di daerah utama Jakarta. Kami ingin menggunakan pengalaman TOD kami sebagai penggerak pasar properti di Indonesia. Kami sangat berharap untuk dapat terciptanya kemitraan jangka panjang antara perusahaan kami," tutup dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif