Ilustrasi. (FOTO: MI/Pius Erlangga)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Pius Erlangga)

Perluasan Tarif PPN 0% Bisa Dongkrak Ekspor Jasa

Ekonomi ekspor jasa ekspor-impor
09 April 2019 11:51
Jakarta: Asisten Deputi Moneter dan Neraca Pembayaran Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi mengatakan ekspor jasa bisa tumbuh 6,2 persen tahun ini dengan diperluasnya pajak pertambahan nilai (PPN) untuk ekspor jasa dengan tarif nol persen. Selama ini, pertumbuhan ekspor jasa rata-rata sebesar 5,6 persen per tahun.
 
"Perkiraan kami (pertumbuhan ekspor jasa) bisa tembus 6,2 persen," katanya kepada Media Indonesia, Senin, 8 April 2019.
 
Sebelumnya diberitakan, Kementerian Keuangan memperluas jenis ekspor jasa kena pajak yang dikenakan PPN dengan tarif nol persen. Itu untuk mendorong perkembangan sektor jasa modern serta meningkatkan daya saing ekspor jasa Indonesia dan memperbaiki neraca perdagangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan regulasi baru itu, Edi optimistis defisit transaksi berjalan bisa diperbaiki. Hanya, ia menekankan sektor jasa yang melakukan ekspor harus tercatat formal.
 
Sebagai informasi, perluasan tarif PPN ekspor jasa nol persen tertuang dalam Permenkeu No 32/PMK.010/2019. PPN nol persen diperuntukkan bagi kegiatan ekspor kena pajak yang dihasilkan di dalam negeri oleh pengusaha kena pajak yang kemudian dimanfaatkan di luar wilayah Indonesia oleh penerima ekspor jasa kena pajak.
 
Ekspor jasa yang dapat menerima fasilitas PPN nol persen harus memenuhi dua persyaratan formal. Pertama, didasarkan atas perjanjian tertulis. Kedua, terdapat pembayaran disertai bukti pembayaran yang sah dari penerima ekspor kepada pengusaha kena pajak yang melakukan ekspor.
 
Adapun jenis jasa yang diberikan insentif PPN nol persen adalah jasa maklon, jasa perbaikan dan perawatan, jasa pengurusan transportasi terkait barang untuk tujuan ekspor, jasa konsultasi konstruksi, jasa teknologi dan informasi.
 
Juga, jasa penelitian dan pengembangan, jasa persewaan alat angkut berupa persewaan pesawat udara dan/atau kapal laut untuk kegiatan penerbangan atau pelayaran internasional, dan jasa perdagangan.
 
Selain itu berbagai jenis jasa konsultasi, seperti jasa konsultasi bisnis dan manajemen, konsultasi hukum, konsultasi sumber daya manusia, konsultasi pemasaran, akuntansi/pembukuan, serta audit laporan keuangan dan perpajakan. (Media Indonesia)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif