Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. (FOTO: dok Bulog)
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso. (FOTO: dok Bulog)

Bulog Resmikan Dua Gudang Baru di Jateng

Ekonomi pangan bulog
Gervin Nathaniel Purba • 05 Maret 2019 15:24
Jakarta: Perum Bulog menambah operasional dua gedung baru di wilayah Jawa Tengah (Jateng). Penambahan gedung ini sejalan dengan upaya pemerintah mendukung stabilitas pangan.
 
Gudang pertama berada di komplek pergudangan Bumirejo, Kabupaten Pati. Kemudian gudang kedua berada di komplek Pergudangan Klahang, Sokaraja, Kabupaten Banyumas.
 
Gudang di Bumirejo, Kabupaten Pati, merupakan perluasan dari gudang sebelumnya yang menempati area seluas 1,5 hektare (ha), dengan total kapasitas mencapai 5.500 ton. Gudang sebelumnya berkapasitas 3.500 ton dan bangunan baru di sampingnya berkapasitas 2.000 ton.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam area tersebut juga terdapat unit pengolahan, kantor gudang, laboratorium pemeriksaan kualitas, rumah dinas, musala, toilet umum, dan pos jaga. Pembangunan gudang baru ini menghabiskan anggaran sebesar Rp4,9 miliar dengan waktu pengerjaan selama enam bulan.
 
Lalu gudang di Klahang, Sokaraja, Kabupaten Banyumas memiliki kapasitas 3.500 ton. Gudang dengan lebar 30 meter, panjang 54 meter, serta tinggi tujuh meter tersebut diprioritaskan untuk menampung komoditas kedelai.
 
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan keberadaan gudang baru tersebut sejalan dengan komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Hal ini dipertegas dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan kepada Perusahaan Umum (Perum) Bulog dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional.
 
"Kedua gudang baru ini juga telah mempertimbangkan aspek strategis dan ekonomis. Lokasi komplek gudang yang dekat dengan lahan persawahan petani serta akses jalan, membuatnya makin mudah dijangkau oleh masyarakat," kata Buwas, sapaannya, usai peresmian, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa, 5 Maret 2019.
 
Menurutnya penambahan gudang baru ini sangat penting untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi pangan. Hal tersebut sekaligus sebagai langkah antisipasi, mengingat kedua wilayah tersebut merupakan pusat produksi beras maupun kedelai terbesar di antara kabupaten yang berada di sekelilingnya.
 
"Gudang baru ini juga sejalan dengan komitmen, di mana untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilisasi harga pangan pada tingkat konsumen serta produsen, Perum Bulog harus dilengkapi dengan ketersediaan maupun pengembangan infrastruktur pascapanen, terutama padi, jagung, dan kedelai (pajale)," katanya.
 
Kabupaten Pati, kata Buwas, merupakan pusat produksi beras paling luas dibanding kabupaten lain di wilayah Eks Karesidenan Pati, yang meliputi Jepara, Kudus, Rembang, dan Blora. Begitu pula Kabupaten Banyumas menjadi salah satu sentra penyuplai kedelai terbesar di antara kabupaten lain di sekelilingnya.
 
"Saat musim panen berlangsung, gudang baru ini sudah dapat dimanfaatkan untuk menampung serapan pengadaan beras maupun kedelai secara maksimal," ujar Buwas.
 
Sementara itu, khusus untuk pengadaan beras, pada tahun ini, Bulog telah menetapkan target serapan sebanyak 1,8 juta ton di seluruh Indonesia. Dengan adanya gudang baru, setidaknya sudah ada antisipasi lokasi penampungan, sehingga serapan pengadaan setara beras secara maksimal dapat dilakukan.
 
"Jika melihat potensi panenan pada tahun ini, di seluruh wilayah kerja Bulog diprediksi penyerapan pengadaannya akan mencapai rata-rata maksimal," ucap Buwas.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif