Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto : MI/Panca Syaukarni.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto : MI/Panca Syaukarni.

Menperin Agus Percepat Revitalisasi Manufaktur

Ekonomi Kabinet Jokowi-Maruf
Ilham wibowo • 24 Oktober 2019 20:31
Jakarta: Revitalisasi industri manufaktur dijadikan fokus agar lebih berperan besar pada pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini dinilai mampu memberikan efek ganda yang luas, mulai dari peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, hingga penerimaan devisa dari ekspor dan pajak.
 
“Tentunya kita harus mencari terobosan-terobosan dalam menjalankan langkah strategisnya. Apalagi, kita ketahui, bahwa market size Indonesia sebenarnya cukup besar dan ini menjadi potensi yang baik,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui keterangan tertulis, Kamis, 24 Oktober 2019
 
Agus menegaskan Presiden Joko Widodo mengarahkan agar tetap fokus terhadap penciptaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Hal ini menjadi salah satu solusi menjawab kebutuhan dari perkembangan industri 4.0 sesuai implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“SDM berkualitas dapat juga diperbaiki melalui pendidikan vokasi yang sesuai standar internasional,” ujarnya.
 
Dalam menjalankan pendidikan vokasi industri tersebut, Kemenperin menjalin kerja sama dengan Swiss untuk pengembangan program Skill For Competitiveness (S4C). Konsep pembelajaran yang digunakan, yakni 30 persen teori dan 70 persen praktik. Hasilnya, mayoritas lulusannya langsung diserap kerja.
 
Kemenperin juga dalam posisi mendukung upaya menarik investor ke Indonesia semakin. Oleh sebab itu, sejumlah regulasi yang menghambat investasi akan didata dan disederhanakan.
 
“Dalam waktu sebulan, semua kementerian termasuk Kemenperin akan menyampaikan kepada Bapak Presiden tentang aturan-aturan apa saja yang perlu disempurnakan agar investasi terus masuk dan industri bisa berkembang, sehingga pada ujungnya mampu menciptakan lapangan kerja,” papar Agus.
 
Kemenperin mencatat realisasi investasi sektor industri pengolahan periode tahun 2015 sampai semester I-2019 sebesar Rp1.173,5 Triliun. Capaian ini berdampak pada penumbuhan populasi industri di dalam negeri, yang setiap tahunnya terus meningkat.
 
Penambahan jumlah industri skala menengah dan besar mengalami peningkatan dari tahun 2015 sebanyak 1.744 dan di 2018 sebanyak 7.653 unit, yang diperkirakan tahun 2019 akan terjadi penambahan hingga 9.000 unit. Bahkan, jumlah tenaga kerja industri dalam lima tahun juga mengalami kenaikan. Hingga Februari 2019, industri telah menyerap tenaga kerja sebanyak 18,23 juta orang.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif