Ilustrasi gedung Bulog. FOTO: Medcom.id.
Ilustrasi gedung Bulog. FOTO: Medcom.id.

Kebijakan Mentan Kabinet Kerja Paksa Bulog Serap Beras

Ekonomi beras bulog
Andhika Prasetyo • 10 Desember 2019 14:05
Jakarta: Pengamat pertanian Dwi Andreas menanggapi perihal banyaknya beras rusak yang dimiliki Perum Bulog. Dwi melihat ada sikap pemaksaan dalam hal ini.
 
Penurunan mutu pada beras Bulog, kata dia, bisa terjadi karena pada dua tahun terakhir perseroan terlalu memaksakan penyerapan beras. Bahkan, hingga menggandeng TNI.
 
Karena dituntut dari sisi kuantitas, Dwi melihat Bulog akhirnya mengesampingkan kualitas dari beras yang diserap.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini karena kebijakan pada kepemimpinan Menteri Pertanian sebelumnya (Amran Sulaiman). Bulog dipaksa serap banyak (beras). Akhirnya dapat gabah dan beras yang kualitasnya tidak bagus. Kalau tidak bagus, jangankan setahun, dua bulan saja sudah rusak," kata Dwi Andreas, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 10 Desember 2019.
 
Perum Bulog akan melelang 20 ribu ton beras yang mengalami turun mutu. Stok tersebut merupakan beras yang tak sempat terserap dari alokasi cadangan beras pemerintah (CBP).
 
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan beras sebanyak itu memang sudah tidak layak dikonsumsi manusia akan tetapi masih bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak atau bahan baku produksi ethanol. Pemanfaatan ini dilakukan untuk menjaga nilai komoditas tersebut.
 
"Kami akan lelang semua beras yang turun mutu. Tapi kami akan pastikan itu jadi pakan atau bahan baku industri. Nanti ada perjanjiannya, tidak boleh sampai jadi beras lagi," kata Budi di kantor Bulog, Jakarta Selatan, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Skema pelepasan melalui lelang, lanjut dia, tetap dianggap sebagai disposal karena masuk dalam skema pelepasan. Penyelenggaraannya harus melalui rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
 
Nantinya, hasil penjualan lelang akan dilaporkan kepada Kementerian Keuangan dan pemerintah akan membayar selisih antara harga pembelian dan harga lelang. Peminat beras turun mutu itu pun termasuk banyak di beberapa daerah.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif