Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga (kiri). Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga (kiri). Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.

Januari, Dirut Definitif Garuda Diputuskan

Ekonomi Garuda Indonesia
Suci Sedya Utami • 10 Desember 2019 12:23
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan jabatan direktur utama definitif untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan diputuskan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Januari 2020.
 
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan Kementerian BUMN telah mengajukan untuk menggelar RUPS pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebab Garuda Indonesia merupakan perusahaan publik yang melantai di bursa saham. OJK pun memberikan waktu 45 hari setelah diajukan untuk menggelar RUPS.
 
"45 hari setelah pengajuan ke OJK kemarin kan RUPS. Berarti di Januari itu batasnya, tidak mungkin dimajukan (Desember). OJK sendiri yang minta," kata Arya ditemui di Novotel, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait dengan sosok calon pengganti I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara di kursi direktur utama, hingga saat ini Arya masih bungkam. Termasuk dengan munculnya dua nama yang beredar yakni mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan serta mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Arya pun tidak mau menanggapi.
 
Pascakasus penyelundupan komponen motor gede Harley-Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Garuda Indonesia, Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Ari Askhara dari posisi Dirut Utama Garuda Indonesia. Menyusul setelah, Dewan Komisaris dan Kementerian BUMN sepakat untuk memberhentikan sementara empat jajaran direksi lainnya di Garuda Indonesia di antaranya Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Human Capital Heri Akhyar, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, serta Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto.
 
Adapun dari tujuh direksi sebelumnya, kini hanya tersisa dua pascapemberhentian tersebut yakni Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Fuad Rizal yang kini didapuk menjadi pelaksana tugas Dirut Garuda Indonesia dan Direktur Niaga Pikri Ilham Kurniansyah.
 
Terkait dengan nasib dua direksi yang tersisa tersebut, Arya mengaku belum bisa memastikan apakah akan ikut dirombak ketika RUPS nanti. Namun yang pasti kedua direksi tersisa tidak ikut dalam rombongan penerbangan ferry flight pesawat Garuda Indonesia GA9721 jenis Airbus A330-900 Neo yang didatangkan dari pabrik Airbus di Perancis ke Garuda Maintenance Facility (GMF) Soekarno-Hatta Cengkareng.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif