Beras Bulog. Foto : MI/Panca S.
Beras Bulog. Foto : MI/Panca S.

Bulog Minta Dukungan Kementerian untuk Pasok Tunjangan Beras ASN

Ekonomi bumn bulog
Ilham wibowo • 27 November 2019 14:22
Jakarta: Perum Bulog masih mencari dukungan untuk mendapatkan pasar beras premium dari kalangan aparatur sipil negara (ASN). Kewajiban dalam mengkonsumsi beras Bulog itu pun dinilai baik untuk keseimbangan komersial Bulog yang juga mendapat penugasan negara.
 
"Kami masih dalam tahap penjajakan," kata Sekretaris Perusahan Perum Bulog Awaludin Iqbal dihubungi Medcom.id, Rabu, 27 November 2019.
 
Penjajakan tersebut dilakukan Bulog terutama pada Kementerian Dalam Negeri dan kementerian di sektor perekonomian. Tak hanya kementerian, pemerintah daerah (pemda) juga memiliki peran penting dan perlu memiliki visi yang sama seperti Bulog yakni menyejahterakan petani lokal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terkait beras ASN itu sebenarnya cukup di Pemda, akan tetapi dukungan dari kementerian akan lebih bagus agar komando terpusat," ungkapnya.
 
Awaludin menjelaskan Bulog menyasar tunjangan beras yang diberikan negara untuk para ASN sebesar 10 kilogram (kg) per bulan. Saat ini tunjangan beras tersebut diberikan dalam bentuk uang dan ASN dibebaskan untuk membeli pangan selain dari produk Bulog.
 
"Tunjangan melekat pada ASN, beberapa ASN sudah jalan sistemnya seragam, kami drop di masing-masing gudang yang ditunjuk Pemda dan ASN tinggal ambil pada waktunya," paparnya.
 
Selain ASN, Bulog juga menyasar jatah tunjangan beras anggota TNI-Polri secara nasional. Beras premium Bulog, dipastikan beda dengan beras yang dialokasikan untuk bantuan sosial yang sebagian besar jenis beras medium.
 
"Dulu itu memang TNI-Polri dikasih beras dari Bulog, hanya karena terjadi satu dan lain hal berubahlah menjadi uang dan itu ingin dikembalikan oleh Bulog kalau bisa dalam bentuk beras lagi," kata Awaludin.
 
Saat ini, Bulog memiliki 50 jenis produk unggulan beras premium dan medium termasuk beras dengan kandungan vitamin tinggi. Dukungan instansi negara kepada Bulog perlu segera diwujudkan dengan terus membangun kepercayaan masyarakat sebagai konsumennya.
 
"Bulog sangat siap, arahnya beras premium untuk kalangan PNS dan TNI-Polri karena itu konsumsi sehari-hari memang premium. Nah kalau premium itu peluangnya besar sekali untuk menyerap produksi dalam negeri," tuturnya.
 
Wacana mewajibkan aparatur negara membeli produk Bulog sebelumnya disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas). Ia mentargetkan jutaan aparatur negara baik TNI, Polri jatah berasnya dikelola Bulog dalam bentuk beras premium.
 
"TNI, Polri, ASN akan kita raih, akan kita supply langsung ke rumah," kata Buwas saat meresmikan Panganandotcom di Kompleks Pergudangan Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 26 November 2019.
 
Menurut Buwas, upaya ini masuk ke dalam 50 persen dari strategi komersial Bulog di samping 50 persen lainnya dalam menjalankan penugasan negara dalam penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Strategi ini pun diproyeksikan memperbaiki pendapatan Bulog yang menanggung utang cukup tinggi hingga Rp28 triliun
 
"Dulu kenapa Bulog enggan supply ke Polri karena kualitasnya jelek, harus kita akui dan jadi pembelajaran kami Sekarang saya ada di Bulog, kami jamin kualitasnya bagus," paparnya.
 
Beras komersial Bulog dari petani lokal dengan kualitas premium dan medium saat ini sudah banyak tersebar di pasar ritel. Penjualan pun juga mengandalkan Panganandotcom, supermall pangan produk Bulog di aplikasi layanan Shopee.
 
Aparatur negara yang diwajibkan membeli produk Bulog ini diproyeksikan menambah jumlah daya serap pangan dalam negeri. Jumlah ASN saja saat ini tercatat mencapai 4,3 juta pegawai.
 
"TNI saja ada 600 ribu sekian lalu Polri 300 ribu sekian, saya kira bisa banyak potensinya, belum ASN-nya," ungkap mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif