Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR
Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

KKP-BRI Dorong Penyaluran KUR Sektor Perikanan

Ekonomi bri kelautan dan perikanan
Antara • 04 Desember 2019 13:01
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggaet PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI untuk mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor kelautan dan perikanan nasional seperti kepada kalangan pembudidaya, nelayan, serta pengolah hasil perikanan.
 
Mengutip Antara, Rabu, 4 Desember 2019, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menawarkan agar BRI dapat menyalurkan kredit mikro pada kelompok nelayan yang membutuhkan. Ia menerima audiensi Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto beserta jajarannya di Kantor KKP, Jakarta.
 
Dalam pertemuan itu, Menteri Kelautan dan Perikanan berharap agar BRI dapat mendorong penyediaan cold storage yang selama ini masih kurang ketersediaanya karena keterbatasan modal. Tak henti sampai di situ, Edhy mendorong agar BRI juga dapat menyalurkan KUR untuk keluarga nelayan misalnya dengan membangun warung makan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan begitu, lanjutnya, keluarga nelayan dapat mendapatkan nilai tambah dan penghasilan tambahan dari hasil tangkapan ikan yang dipanennya. Dalam bidang ruang laut, Edhy menyebut bahwa KKP fokus untuk membangun kawasan wisata kedepannya, salah satunya dengan membangun kampung nelayan di daerah-daerah yang selama ini belum terjangkau.
 
"Kampung nelayan identik dengan kondisi yang kumuh. Kita mau ubah ini. Kita ingin buat kampung nelayan ini jadi berdaya guna dan mengasilkan nilai tambah untuk mereka," kata Edhy.
 
Menteri Kelautan dan Perikanan ingin agar kedepannya, kampung nelayan dibangun secara tematik, seperti ada yang untuk pariwisata dan ada yang untuk bidang perekonomian. Edhy menyampaikan bahwa sektor budidaya akan menjadi fokus KKP dalam lima tahun ke depan.
 
"Kami akan fokus di budidaya karena lapangan pekerjaan banyak terserap di sini. Banyak peluang yang dapat dikembangkan," ujarnya.
 
Ia menjamin bahwa pasar produk kelautan dan perikanan memiliki potensi yang besar. Bahkan, Tiongkok telah menawarkan negaranya untuk menjadi pasar tujuan ekspor ikan Indonesia. Terkait regulasi, ia menekankan pemerintah terus berupaya untuk menyederhanakan regulasi guna mendorong pertumbuhan sektor ekonomi.
 
Dirinya menjelaskan selama ini KKP memiliki Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP) sebagai badan penyalur modal secara internal. Meskipun begitu, badan ini berperan sebagai payung cadangan terhadap KUR.
 
"Kedepannya, kita akan dorong KUR menjadi fokus kami untuk diperbanyak sejalan dengan perintah Presiden, Wakil Presiden, Menteri Keuangan, dan Menko. Kami berharap hubungan komunikasi antara BRI dan KKP ini terus berjalan," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif