Ilustrasi. (FOTO: dok Pupuk Indonesia)
Ilustrasi. (FOTO: dok Pupuk Indonesia)

Pupuk Kujang Bertransformasi Demi Persaingan Usaha

Ekonomi pupuk indonesia
Media Indonesia • 14 Agustus 2019 11:53
Jakarta: Demi memenangi persaingan usaha, PT Pupuk Kujang terus bertransformasi dalam menjalankan bisnis usahanya.
 
Sebagai salah satu anggota holding PT Pupuk Indonesia, Pupuk Kujang secara konsisten dan berkesinambungan bergerak untuk menjamin keberlangsungan usaha di tengah perubahan situasi dan kondisi pasar yang berubah dengan cepat.
 
Plt Direktur Utama Pupuk Kujang Rita Widayati mengungkapkan dalam menghadapi perubahan situasi dan kondisi pasar yang berubah begitu cepat, sejumlah strategi terus dilakukan, seperti dalam bidang pemasaran, pengembangan usaha, dan tata kelola perusahaan. Di bidang pemasaran, Pupuk Kujang membangun bisnis ritel, bahkan berhasil mengembangkan delapan brand produk nonsubsidi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak 2016, perusahaan berinisiatif mengoptimalkan sumber daya manusia dengan membuat departemen khusus di bidang ritel. Perusahaan menghasilkan penjualan sebanyak 3.070 ton dan di akhir 2018 mencapai 20.058 ton.
 
"Peningkatkan penjualan tersebut disebabkan transformasi pada beberapa hal, di antaranya keberanian dalam menginvestasikan sumber daya manusia yang andal dan berkualitas, sinergi penciptaan produk yang dibutuhkan oleh petani, perluasan area pemasaran, serta membangun hubungan yang baik dengan distributor, kios, dan petani," kata Rita.
 
Rita mengungkapkan, saat ini Pupuk Kujang tidak hanya fokus terhadap penyediaan produk bersubsidi. Hal tersebut didorong kondisi pasar, yakni petani punya kelelu-asaan memilih pupuk dan se-makin paham teknologi budi daya pertanian.
 
"Di era baru ini, Pupuk Kujang terus mengembangkan inovasi dengan memunculkan produk-produk baru dengan teknologi budi daya pertanian yang tinggi didukung sumber daya manusia yang andal sehingga produk yang diciptakan menyesuaikan dengan teknologi dan keinginan pasar," ucapnya.
 
Di bidang pengembangan usaha, upaya lain dalam rangka menambah pendapatan perusahaan, yakni pengembangan usaha baru nonpupuk. Salah satunya, pembangunan pabrik CO2 cair dari pemanfaatan ekses gas CO2 dari pabrik amonia yang diharapkan beroperasi komersial pada Mei 2020.
 
Pihaknya juga sedang menjajaki rencana pengembangan pabrik katalis untuk sektor oleokimia. Tata kelola perusahaan, jelas Rita, perusahaan terus berusaha menjaga keberlangsungan pasokan gas yang merupakan bahan baku utama produksi pupuk urea.
 
Alokasi gas untuk Kujang 1A dan Kujang 1B harus memadai agar terus memenuhi kebutuhan petani di Jawa Barat dan Banten yang menjadi wilayah tanggung jawab perusahaan.
 
"Untuk terus beroperasinya dua pabrik tersebut tentu perlu dukungan dari berba-gai pihak terkait, yaitu perusahaan penghasil gas dan regulator dari pemerintah," ungkap Rita, beberapa waktu lalu.
 
Di sisi lain, untuk menjamin tata kelola perusahaan yang bersih, secara konsisten pihaknya terus melakukan pembaharuan dalam sistem tata kelola, seperti komitmen dalam pengendalian gratifikasi, kepatuhan dalam pelaporan e-LHKPN, dan sistem pengendalian internal.
 
"Kami pun memanfaatkan teknologi digitalisasi sistem pada prosedur tata kelola perusahaan dengan pembuatan aplikasi digital sebagai pendukung tata kelola perusahaan yang baik, seperti pe-laporan pelanggaran, sistem manajemen risiko, dan pakta integritas online," tegas Rita.
 
Pada sumber daya manusia, saat ini mayoritas karyawan Pupuk Kujang berusia muda kisaran 25-35 tahun. Karenanya, pendekatan kepada karyawan harus disesuaikan dengan era saat ini, salah satunya dengan mengubah format komunikasi dengan lebih santai, tapi serius.
 
"Karyawan pada usia milenial saat ini sangat dipengaruhi oleh media sosial. Melalui pemanfaatan media sosial, kami percaya para milenial menjadi pendukung transformasi bisnis, mampu memperkuat penetrasi pasar, penyediaan informasi untuk mendukung isu-isu bisnis, merespons cepat keluhan/masukan dari pelanggan, dan membangun hubungan dengan karyawan, konsumen, komunitas, dan khalayak netizen," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif