Illustrasi. AFP./Mark.
Illustrasi. AFP./Mark.

Pengusaha Apresiasi Upaya Mendag Perjuangkan Ekspor Sarang Walet ke Tiongkok

Ekonomi ekspor-impor
Antara • 21 Juli 2019 09:02
Jakarta: Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPBSI) Boedi Mranata mengapresiasi upaya pemerintah untuk mendorong ekspor sarang burung walet ke Tiongkok yang saat ini menghadapi persyaratan cukup ketat.
 
Menurut Boedi upaya lobi yang telah dilakukan pemerintah tersebut dapat menjadi pembuka jalan bagi kemudahan ekspor ke Tiongkok dan mengatasi masalah yang selama ini dihadapi para eksportir.
 
"Mungkin syarat-syarat ketat itu dicoba agak diperlunak, agak digampangkan. Sebab dengan syarat yang ketat itu memang masuk pasar ke Tiongkok lebih sulit," kata Boedi dikutip dari Antara, Minggu, 21 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia memastikan jika upaya pendekatan pemerintah tersebut memperoleh hasil, target ekspor PPBSI ke Tiongkok pada 2019 dapat mencapai 140 ton, atau dua kali lipat jumlah ekspor sarang burung walet pada 2018 yang tercatat sebesar 70 ton.
 
Saat ini Tiongkok hanya memberi kuota impor sarang burung walet dari Indonesia sebanyak 150 ton dalam setahun. Padahal, total ekspor sarang burung walet Indonesia ke pasar global sepanjang 2018 jumlahnya sebanyak 1.596 ton.
 
"Dua kali lipat sudah happy-lah. Nanti tahun depan nambah lagi," kata Boedi.
 
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sedang melakukan kunjungan dagang ke Tiongkok untuk mendorong ekspor komoditas unggulan seperti CPO, buah-buahan dan sarang burung walet serta memperbaiki kinerja neraca perdagangan.
 
Pengamat perdagangan internasional Universitas Indonesia Fithra Faisal mengatakan langkah pemerintah tersebut merupakan hal yang baik, mengingat Tiongkok merupakan aliansi strategis di masa depan. Apalagi negara Tirai Bambu juga siap mengalihkan jaringan produksi ke negara-negara Asia.
 
Ia pun mengingatkan pemerintah harus cermat dalam melakukan negosiasi perdagangan, karena negara tujuan ekspor biasanya akan menawarkan produk untuk dijual ke Indonesia sebagai timbal balik.
 
Sebelumnya, telah berlangsung penandatanganan kontrak ekspor sarang burung walet sebanyak 10 ton antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan China di Jakarta, Jumat (19/7) yang menjadi awal upaya peningkatan ekspor komoditas tersebut ke pasar global.
 
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Direktur Utama PT Tong Heng Investment Indonesia Suyanti Ang dengan Pimpinan Quanzhou Yuyan Family Biotechnology Co., Ltd (Bird Nest Diary) Lu Yu Meng dan Pimpinan Xiamen Fuen Imp & Exp Co. Ltd. Lin Wei Ting.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif