Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Sesuai Kemampuan Masyarakat

Ekonomi bpjs kesehatan
Eko Nordiansyah • 02 September 2019 16:24
Jakarta: Kementerian Keuangan menyebut kenaikan iuran bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sudah menyesuaikan kemampuan masyarakat. Meskipun ada rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan menjadi dua kali lipat.
 
"Kenaikan kelas III dari Rp22.500 menjadi Rp42.000 telah mempertimbangkan ability to pay masyarakat. Dengan demikian, diharapkan kenaikan tidak akan terlalu membebani masyarakat," kata Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo dalam rapat di Komisi XI, DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 2 September 2019.
 
Dirinya menambahkan kenaikan iuran ini memang sudah seharusnya diikuti dengan peningkatan pelayanan dari fasilitas kesehatan (faskes). Jika BPJS Kesehatan memiliki pendanaam yang cukup, maka utang kepada faskes juga tidak akan terjadi lagi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Diharapkan BPJS tidak lagi menghadapi persoalan cashflow sehingga dapat melakukan pembayaran klaim faskes tepat waktu, sehingga faskes dapat meningkatkan layanan dengan baik," jelas dia.
 
Meski begitu, Mardiasmo berharap kenaikan iuran diikuti dengan kepatuhan dari peserta, khususnya peserta bukan penerima upah (PBPU). Pada 2016, keaktifan peserta PBPU baru 53,72 persen sehingga butuh upaya lebih keras dari BPJS Kesehatan.
 
"Melalui keaktifan PBPU yang lebih tinggi, diharapkan dapat memperbaiki risk pooling BPJS Kesehatan ditandai dengan semakin banyaknya peserta dengan risiko kesehatan lebih rendah," ungkapnya.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengusulkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk kelas II dinaikan menjadi Rp110 ribu dan kelas I sebesar Rp160 ribu. Sementata untuk kelas III diusulkan sebesar Rp42 ribu dari Rp25.500.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif